Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Anak Harus Diajari Waspada Dengan Orang Asing (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus penculikan, pencabulan, serta kekerasan terhadap anak jadi hal yang paling ditakuti orangtua. Terutama mereka yang tak bisa mengawasi buah hatinya selama 24 jam. Kelengahan juga bisa jadi pemicu terjadinya kasus-kasus tersebut.
Bukan hanya perlindungan dan pengawasan terhadap anak yang harus terus dilakukan, buah hati juga harus dibekali kewaspadaan sejak dini. Salah satunya adalah menghadapi orang asing atau yang tak mereka kenal.
Langkah pertama, jelaskan dulu pada anak, definisi orang asing. Jelaskan kalau orang asing adalah orang yang tak mereka kenal, ada yang baik tapi ada juga yang jahat. Orang asing yang baik bisa berupa dokter, suster atau polisi yang sering ditemui. Namun orang asing yang jahat adalah yang bisa melakukan hal buruk.
" Tokoh jahat seperti penculik atau penjahat ini bisa dicontohkan melalui serial kartun yang suka ditonton anak. Ungkapkan padanya kalau orang jahat ada di mana pun dan mereka harus waspada, tidak boleh jauh dari pengawasan dan tak boleh terbuai jika ada yang menawarkannya mainan atau permen," ungkap Susan Smith, seorang praktisi pengasuhan anak.
Latih anak untuk mengenali orang asing yang baik. Misalnya saat bertemu dengan orangtua temannya, kerabat Anda, dokter, suster atau orang yang belum akrab dengan anak. Selalu ingatkan juga daftar keamanan saat berada di ruang publik yang ramai.
Tekankan pada anak kalau di keramaian, mereka harus tetap berada di dekat orangtua dan dalam pengawasan karena ada risiko orang asing yang jahat dan mereka hilang tak bisa bertemu orangtuanya.
" Lalu, ingatkan kalau anak tak boleh menerima benda apapun dari orang asing, tidak boleh jauh dari orangtua saat berada di area publik, harus melapor pada orangtua jika ada orang asing yang mengajak berbicara," ungkap Smith.
Hal tersebut memang tak bisa langsung dimengerti anak. Orangtua perlu mengingatkannya lagi dan lagi. Sebagai pengingat bisa juga berlatih. Misalnya, tante mereka pura-pura jadi orang asing. Lalu lihat reaksinya.
Jika anak menghindar dan menghampiri Anda berarti ia sudah mengerti konsep keamanan yang diajarkan. Tapi jika malah mengikuti, berarti Anda harus terus mengingatkan dan melatihnya berulang kali demi keamanannya.
Sumber: The Spruce
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol