Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ayah Dan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Menjadi orangtua adalah sebuah proses panjang. Dibutuhkan kerja sama antara ayah dan ibu untuk mengurus anak. Keduanya memiliki peran masing-masing dalam perkembangan dan pertumbuhan mental serta fisik anak.
Jika dibandingkan, siapa yang lebih menikmati perannya sebagai orangtua? Ayah atau ibu? Sebuah penelitian berusaha menjawab pertanyaan.
Ternyata menurut penelitian yang dilakukan tim dari Cornell University yang dipublikasikan dalam American Sociological, level kesenangan menjadi orangtua lebih tinggi pada pihak ayah.
Dari penelitian tersebut diketahui, setelah menjadi ibu, seorang perempuan akan merasa lebih sedikit merasa bahagia, lebih banyak dan stres dan sering merasa kelelahan. Ada beberapa faktor kunci yang membantu menjelaskan mengapa hal ini terjadi.
Sebagai permulaan, deskripsi pekerjaan untuk " ayah" jauh lebih mudah dikelola daripada deskripsi pekerjaan untuk " ibu" . Ada model yang lebih fleksibel dan lebih realistis tentang apa artinya menjadi " ayah yang baik" dibandingkan dengan menjadi " ibu yang baik ibu.
" Banyak model 'ayah yang baik' muncul dengan menekankan pada kontribusi ayah sebagai pencari nafkah. Keberadaan beberapa model dapat membuat ayah kurang rentan terhadap tekanan peran dan sulit memenuhi harapan sosial dan memberikan lebih banyak ruang untuk kesenangan," ungkap Kelly Musick, salah satu peneliti, seperti dikutip dari Today Parents.
Sementara bagi ibu, model 'ibu yang baik' yaitu yang berkomitmen, selalu ada, dan sangat terlibat dalam pengasuhan anak. Baik itu ibu rumah tangga maupun ibu bekerja.
" Para ibu mungkin lebih konsisten dalam mengasuh anak daripada ayah, tetapi mereka mungkin juga mengalami lebih banyak tekanan. Begitu banyak yang menuntut peran ibu secara luar biasa bahkan menuju sempurna," ujar Musick.
Kondisi tersebut lah yang membuat ibu semacam ingin menjadi sosok yang serba bisa dan sempurna. Tuntutan peran, termasuk kondisi sosial ini rupanya sangat berpengaruh pada level kebahagiaan ibu menjadi orangtua.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya