Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pemberian Vaksin Pada Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus penyakit Difteri saat ini kembali merebak di berbagai daerah di Indonesia. Seperti Nganjuk, Cianjur, Aceh dan Cianjur. Beberapa orang dilaporkan meninggal karena terkena penyakit difteri pada 2017 ini.
Penyakit difteri sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium dan sangat mudah menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Bakteri tersebut menyebarkan penyakit melalui partikel di udara, benda pribadi, serta peralatan rumah tangga yang terkontaminasi.
Jika seseorang menghirup partikel udara dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi, maka dapat terkena difteri. Gejala difteri ini mirip seperti flu biasa. Antara lain demam tidak tinggi, nafsu makan menurun, lesu, nyeri menelan dan nyeri tenggorokan, cairan hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah.
Apabila diperiksa secara detail, tampak selaput berwarna putih keabu-abuan di dinding belakang tenggorokan. Penderita harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala tersebut. Jika penangannya terlambat bisa menimbulkan kematian.
Sebenarnya difteri bisa dicegah dengan vaksinasi. Namun cakupan vaksin ini di beberapa daerah di Indonesia belum maksimal. Masih banyak masyarakat yang menolak untuk melakukan vaksin.
Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) pun mengimbau agar para orangtua untuk melengkapi imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) /DT (difteri dan tetanus)/Td (vaksin lanjutan tetanus dan difteri) sesuai jadwal imunisasi anak.
Untuk imunisasi difteri lengkap adalah sebagai berikut:
- Usia kurang dari 1 tahun harus mendapatkan 3 kali imunisasi difteri (DPT).
- Anak usia 1 sampai 5 tahun harus mendapatkan imunisasi ulangan sebanyak 2 kali.
- Anak usia sekolah harus mendapatkan imunisasi difteri melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) siswa sekolah dasar (SD) kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 atau kelas 5.
- Setelah itu, imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun, termasuk orang dewasa. Apabila status imunisasi belum lengkap, segera lakukan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat.
Imbauan IDAI selengkapnya baca di sini.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti