Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Rokok
Dream - Hari ini, Senin 13 Januari 2017 tiga sekolah di Kabupaten Bogor kompak menurunkan iklan rokok di sekitar sekolah. Sekolah-sekolah tersebut yaitu SMPN 1 Bojong Gede, serta SMP dan SMK Al Basyariah, Bojong Gede, Bogor.
Penurunan iklan rokok di sekitar sekolah ini adalah bentuk penolakan siswa, guru serta masyarakat sekitar sekolah terhadap perusahaan rokok yang dengan sengaja meletakkan iklan untuk mempengaruhi pelajar. Gerakan ini adalah aksi lanjutan dari berbagai aksi kreatif " Tolak Jadi Target" yang digelar pada Desember 2016 lalu.
Purwadi, guru sekaligus Pembina komunitas Sekolah Sebagai Kawasan Tanpa Rokok di SMPN 1 Bojong Gede menyayangkan banyaknya iklan yang mengelilingi sekolah tempatnya mengajar. Menurutnya iklan yang ditempatkan persis di gerbang sekolahnya sangat tidak pantas.
“ Anak-anak setiap hari melihat iklan itu, pergi dan pulang sekolah melihat, mereka jadi terpengaruh untuk merokok” ujarnya, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id, Senin 13 Januari 2017.
Tak hanya SMPN 1 Bojong Gede, siswa siswi SMP dan SMK Al-Basyariah kabupaten Bogor juga menurunkan iklan rokok di warung depan sekolahnya. Nurheza, siswa kelas X SMK Al
Basyariah sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada warung-warung sekitar sekolahnya bahwa iklan rokok yang ada akan mempengaruhi teman-temannya. Tapi hal itu ditolak oleh warung-warung tersebut.
“ Soalnya warungnya dikasih uang sama orang rokok untuk pasang iklan tiga bulan, makanya mereka menolak," katanya.
Gerakan ini merupakan bagian dari kampanye " Tolak Jadi Target" yang dilakukan oleh Yayasan Lentera Anak bekerjasama dengan lima Dinas Pendidikan di Indonesia yakni Kota Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor dengan total 90 sekolah dampingan.
Berdasarkan hasil monitoring Tim Lentera Anak pada 2016 ditemukan 61 merek rokok yang mengepung sekolah-sekolah di 5 kota ini. Kampanye ini bertujuan untuk melindungi dan memperkuat anak-anak agar mampu menolak menjadi target industri rokok.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari