Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Main Dengan Gunting Dan Kertas Warna (Foto: Shutterstock)
Dream – Bermain merupakan kegiatan paling menyenangkan bagi anak-anak. Selain menyenangkan, bermain juga berperan besar dalam proses perkembangan fisik, motorik dan psikologis.
Tak heran kalau di sekolah anak usia dini, aktivitas yang diberikan oleh pengajar sebagian besar berupa permainan. Ada beberapa permainan yang sangat berdampak pada pengembangan hubungan, ketahanan mental, dan kemandirian.
Orangtua dianjurkan bermain bersama buah hati di rumah dengan dua permainan yang sangat baik bagi perkembangan kognitif dan psikologisnya. Permainan tersebut yaitu dramatic play dan manipulative play.
Dramatic play
Sangat mudah untuk membuat permainan dramatic play di rumah. Permainan ini merangsang imajinasi dan kreativitas anak. Membuat mereka memiliki sudut pandang yang unik pada apa yang dilihatnya.
Permainan dramatis misalnya membiarkan anak menjadi seorang koki, polisi, putri atau guru. Siapkan sudut rumah yang ditata seperti restoran, rumah sakit, atau toko. Sediakan juga perlengkapan atau mainan yang bisa digunakan anak untuk mendukung peran yang diinginkan. Bisa juga melibatkan anak membuat mainan sendiri atau biarkan mereka berimprovasi dengan barang yang ada.
Inti permainan ini adalah membuat anak berperan seperti orang lain. Saat anak bermain, mereka akan belajar mengembangkan kreativitas nya secara riil dan mengatur emosinya.
Manipulative play
Permainan ini memfasilitasi anak agar kemampuan motorik dan koordinasinya berkembang dengan baik. Banyak sekali perlengkapakan yang ada di rumah yang bisa digunakan untuk melakukan permainan ini.
Misalnya menggunakan sendok dan garpu warna-warni. Biarkan si kecil menyusun alat makan tersebut sesuai warnanya. Bisa juga menumpuk balok-balok kayu atau bantal yang ada di rumah. Begitu juga belajar menggunakan gunting untuk memotong kertas.
Permainan tersebut akan merangsang kemampuan koordinasi tangan dan mata serta aspek motorik halusnya. Hal ini akan menjadi dasar saat ia mulai sekolah dan belajar secara formal.
Sumber: Kid Spot
Laporan Dina Nazhifah
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol