Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Paparan polusi memang sangat sulit ditangkal, bagi mereka yang hidup di kota besar. Masalah pernapasan dan kesehatan lainnya pun mengintai. Kabar buruk bertambah, polusi ini juga berdampak pada tingkat kecerdasan anak.
Sebuah studi di Inggris mengungkapkan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko disabilitas intelektual pada anak. Para ilmuwan mengatakan, paparan polusi di luar ruangan bisa menghambat perkembangan kognitif.
" Kami tahu bahwa orang dengan disabilitas intelektual di Inggris memiliki kesehatan yang lebih buruk dan meninggal lebih awal dari seharusnya," kata Eric Emerson dari University of Sydney, Australia.
Emerson mengatakan, penelitian ini bisa menjadi pelengkap untuk memahami tentang bahaya polusi udara, serta bagaimana harus bertindak. Temuan tersebut menunjukkan, anak dengan disabilitas intelektual 33 persen lebih mungkin untuk hidup di daerah dengan tingkat partikel solar yang tinggi.
Sementara, 30 persen kemungkinan tinggal di daerah dengan tingkat nitrogen dioksida yang tinggi. " Anak-anak ini 30 persen lebih mungkin untuk tinggal di daerah dengan tingkat karbon monoksida yang tinggai dan 17 persen lebih mungkin tinggal di daerah dengan tingkat sulfur dioksida yang tinggi," tulis studi tersebut.
Para peneliti, yang berasal dari Lancaster University, Inggris mencatat, disabilitas intelektual lebih umum terjadi pada anak yang tinggal di daerah dengan sosio-ekonomi yang rendah. Pada wilayah-wilayah semacam itu, tingkat polusi udara lebih tinggi.
Studi yang diterbitkan di Journal of Intelectivity Disability Research ini menambahkan, paparan polusi udara di luar ruangan dapat menghambat perkembangan kognitif. Inilah yang meningkatkan risiko disabilitas intelektual.
Laporan Giovani Dio/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya