Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemutihan Gigi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penampilan keren dan menarik jadi hal yang sangat penting bagi para remaja. Tekanan dari teman sebaya, pergaulan dan pengaruh media sosial membuat mereka jadi mudah terpengaruh dalam hal penampilan.
Salah satunya adalah keinginan untuk memutihkan gigi. Iklan di media sosial serta tren selfie jadi 'penyumbang' kecenderungan untuk memutihkan gigi di kalangan remaja.
Padahal tren ini sangat berbahaya jika dilihat dari segi kesehatan.
" Aku pernah menemukan kasus anak usia 12 tahun memutihkan gigi mereka dan membuat kerusakan di lapisan enamel dan ini tak bisa dikembalikan. Efeknya seumur hidup," ujar drg. Toni Surace, yang praktik di Melbourne, Australia.
Produk dan alat memutihkan gigi yang tidak aman banyak dijual di online shop dan media sosial dengan harga murah. Menjanjikan gigi jadi lebih putih dalam sekejap.
“ Mereka menggunakan produk yang tidak hanya memutihkan gigi secara instan tetapi juga merusak enamel. Gigi sebenarnya belum bisa dikatakan 'matang' sampai usia 17 atau 18 tahun," kata Surace.
Saat enamel gigi sudah rusak, gigi akan jadi sangat sensitif. Saat mengonsumsi makanan asam, pedas atau dingin akan muncul rasa ngilu luar biasa. Tak hanya itu, gigi jadi tak punya lapisan penguat.
Efeknya adalah gigi mudah patah. Belum lagi risiko gusi mengalami peradangan karena bahan pemutih yang bersifat keras. Saat gusi meradang, bisa berdampak langsung pada kondisi syaraf gigi.
Sumber: KidSpot
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya