Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan dan menjalani konsultasi dengan dokter, beberapa obat-obatan biasanya diberikan. Konsumsinya harus rutin agar meningkatkan kemungkinan hamil dan bisa mengatasi kesuburan.
Obat-obatan kesuburan, dikutip dari Parenting.com, cenderung berdampak langsung pada hormon. Jangan heran kalau setelah mengonsumsinya timbul efek samping yang membuat kondisi tubuh dan psikologis jadi sangat berbeda. Ketahui efek samping obat-obat kesuburan berikut agar tak terlalu kaget.
Clomid
Clomid (atau Serophene) adalah obat oral yang biasa diresepkan untuk perempuan yang memulai pengobatan infertilitas. Potensi efek samping antara lain rasa panas, sakit kepala, kembung, kram dan gangguan mood.
Progesteron
Biasanya diresepkan untuk membantu mempertahankan kehamilan, progesteron dapat diberikan secara oral atau melalui vagina. Karena progesteron adalah hormon yang masuk selama paruh kedua siklus menstural dan tahap awal kehamilan, efek samping dapat mengingatkan Anda tentang gejala PMS atau gejala kehamilan, hanya sedikit lebih parah. Lebih mudah kantuk, perubahan suasana hati, bengkak dan nyeri payudara, kembung dan sakit kepala.
Human Chorionic Gonadotropin (hCG)
Obat-obatan yang mengandung hCG, termasuk Ovidrel dan Novarel, digunakan untuk memicu ovulasi. Obat-obatan biasanya diberikan sebagai suntikan. Efek samping cenderung ringan dan mungkin termasuk iritasi pada tempat suntikan, sakit kepala atau kembung.
Follicle-Stimulating Hormone (FSH)
Biasanya diberikan melalui suntikan. Hormon ini merangsang dan meningkatkan ukuran folikel. Bersiaplah untuk kemungkinan iritasi di tempat suntikan, kram atau sakit perut, sakit kepala, kelelahan, kembung dan perubahan suasana hati.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha