Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Anak Bermain Bola
Dream - Sisi akademik jadi modal penting bagi anak untuk menghadapi masa depannya. Tapi sisi non akademik juga sama pentingnya agar anak memiliki kehidupan yang seimbang dan
berkembang jadi pribadi yang matang.
Salah satu cara untuk menyeimbangkan stimulasi akademik dan non akademik adalah dengan mengikutsertakannya pada kegiatan ekstrakurikuler. Anak-anak yang terlibat aktif dalam
ekstrakurikuler cenderung memiliki kemampuan sosial yang lebih baik. Mereka juga cenderung lebih percaya diri.
" Dalam memilih ekstrakurikuler biarkan anak menentukan sendiri dan pastikan sesuai dengan minat anak. Orangtua tak perlu memaksanya," ujar Allan Rey, seorang psikolog anak, asal
Brisbane, Australia.
Banyak sekali efek positif dari ekstrakurikuler yang diikuti anak. Ingin tahu apa saja?
1. Motivasi menghadapi hari
Setumpuk pekerjaan rumah dari guru, jadwal ulangan yang berderet atau kemacetan menuju sekolah. Pasti ada kalanya anak sangat jenuh menghadapi hari-harinya di sekolah.
Ekstrakurikuler ini bisa tetap menjaga motivasinya untuk bersekolah. Pastinya anak akan menemukan kegiatan, teman-teman dan tantangan baru di ekstrakurikuler yang diikutinya.
Apalagi jika anak tak terlalu menonjol di bidang akademik, dan ternyata sangat andal di ekstrakurikulernya. Bisa jadi pertimbangan untuk menyalurkan minat dan bakatnya. Hal yang paling penting adalah menjaga keseimbangan keduanya dengan membagi waktu secara proporsional.
2. Menyeimbangkan aktivitasnya
Di sekolah ia cenderung banyak di kelas, mendengarkan guru dan kurang aktivitas fisik. Mungkin bisa memilih ekstrakurikuler olahraga yang banyak menuntut aktivitas fisik. Bisa juga
mengikuti ekstrakurikuler seni untuk menyeimbangkan stimulasi otak kirinya.
" Akan sangat baik memilih ekstrakurikuler yang bisa menyeimbangkan aktivitas dan kognitif anak," kata Allan
3. Mengasah kemampuan manajemen dan kepimpinannya
Dengan mengikuti ekstrakurikuler, anak juga akan belajar mengatur waktu dan berorganisasi. Ia akan belajar mendengarkan orang lain dan membuat keputusan. Apalagi jika dalam
ekstrakurikuler tersebut anak dituntut jadi pemimpin. Bisa pemimpin regu atau tim.
" Salah satu cara efektif melatih kepimpinan anak adalah mengikutkannya dalam sebuah klub atau organisasi. Dalam organisasi anak belajar mengutarakan pendapat, membuat pertimbangan, dan hal itu bisa mengasah kemampuan bersosialisasinya serta kepimpinannya," ujar Allan
Sumber: AHA Parenting
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun