Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Karpet Bermotif (Foto: Shutterstock)
Dream - Kesan hangat akan sangat dicari dalam sebuah ruangan dalam rumah. Bukan hanya kamar tidur, namun juga ruang keluarga dan juga ruang menerima tamu. Salah satu elemen yang sangat penting untuk menonjolkan kesan hangat adalah karpet.
Tekstur dan motif bisa secara sekejap membuat tampilan ruanagn jadi lebih mewah dan hangat. Menurut Creative Director of Moire, salah satu retail karpet premium, Tama Florentina, ruangan bisa terlihat kosong tanpa karpet.
" Karpet sangat penting dalam dalam sebuah ruanga, jika tak ada seperti ada yang kurang," katanya Tama, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Karpet juga sangat mungkin jadi dekorasi yang pas dan lebih terjangkau ketika hendak mengubah suasana sebuah ruangan.
" Daripada catnya yang warna-warni. Mending catnya polos, furnitur juga mau yang standar, tapi bisa bermain dengan warna karpet. Jadi, mau ganti pun nggak terlalu mahal. Ketimbang ganti wallpaper, misalnya," kata Tama.
Sesuaikan saja karpet dengan tema ruangan yang sudah dibangun. Bisa memilih karpet bermotif seru jika ingin mendapat suasana ceria atau karpet polos untuk lebih memunculkan suasana rileks.
Laporan Asnida Riani/ Liputan6.com
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram