Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kemampuan berbicara anak berbeda-beda, dipengaruhi banyak sekali faktor. Seperti faktor fisik, keturunan, kebiasaan dan pola asuh sehari-hari. Hal ini akan sangat mempengaruhi bagaimana si kecil belajar berbicara.
Bayi mulai belajar berbicara sekitar usia 9 bulan. Mereka mulai merangkai suara dan melatih intonasi saat mengatakan " ma-ma," " ba-ba," dan " da-da" bersama. Pada 12 sampai 15 bulan, variasi bunyi ujaran meningkat dan anak-anak mulai meniru bebunyian yang dikeluarkan dari mulut orangtuanya.
Antara 18 dan 24 bulan, anak dapat menggabungkan kata dan isyarat untuk meminta sesuatu lalu mulai meniru dua kata. Pada usia 2 tahun, seorang anak harus memiliki kosakata 50 kata dan harus menggunakan kata-kata ini untuk membentuk kalimat dua kata.
Peningkatan terbesar dalam kosakata terjadi antara usia 2 dan 3. Anak dapat memahami konsep deskriptif, terutama kata-kata seperti 'besar' atau 'kecil' dan menggunakan kalimat yang lebih kompleks.
Struktur kalimat balita akan berkembang sesuai dengan usia. Anak usia 2 tahun harus mulai menggabungkan dua kata dalam satu kalimat; 3 tahun, tiga kata; dan seterusnya. Orangtua harus dapat memahami sekitar setengah dari ucapan anak mereka ketika anak berusia 2 tahun dan sekitar tiga perempat selama 3 tahun.
Jika selama periode tersebut si kemampuan berbicara si kecil dirasa tak berkembang dengan baik, segera berkonsultasilah dengan dokter anak. Nantinya untuk pemeriksaan lebih lanjut, dokter bisa saja merujuk ke dokter anak subspesialis tumbuh kembang.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya