5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Balita (Foto: Shutterstock)
Dream - Menghadapi kelakukan bocah yang berusia di bawah 5 tahun memang butuh kesabaran ekstra. Kondisi mood mereka bisa berubah seketika. Mengamuk di ruang publik sampai guling-guling, berteriak kencang di tengah keheningan ruangan dan segala macam sikapnya yang memang sulit ditebak.
Sebagai orangtua harus pintar-pintar saat membujuknya. Ada kalanya mereka mudah dirayu, tapi kadang butuh cara yang lebih disiplin agar si balita mau mendengarkan. Namun satu yang
pasti, bocah-bocah balita memang sangat menggemaskan. Bermain dengan mereka seperti kecanduan dan membuat kita masuk ke dalam dunia seru mereka.
Pelukan dan ciuman ingin selalu dihujani pada bocah-bocah lucu tersebut. Nah, ada fakta seputar manusia lucu dan menggemaskan ini yang tak banyak diketahui orang. Yuk, kita simak.
Si pencari perhatian bakal cepat belajar
Ada balita yang suka sekali mencari perhatian. Bisa dengan menari, menyanyi atau berulah yang mengesalkan. Saat perhatian beralih atau terpecah mereka pun akan mencari cara agar
kembali mendapat perhatian penuh. Ternyata balita si pencari perhatian menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Child Development akan jadi orang yang cepat belajar. Anak
tersebut cenderung sangat tahu membaca situasi dan tahu harus melakukan apa demi mendapat yang diinginkan.
Bukan salah balita jika mereka egois
Semua mainan yang ada di palyground serasa miliknya sendiri, orang lain tak boleh menyentuh. Begitu saat menonton televisi, tak boleh sama sekali diganti. Hal ini terjadi pada semua balita karena kondisi otak yang mengantur emosi dan perilakunya belum matang.
Balita cenderung sulit untuk berempati atau mendengarkan orang lain, karena memang otaknya tak 'dirancang' demikan. Seiiring pertambahan usaia otak mereka kian matang dan bisa
memahami kondisi di sekitarnya.
Tak tidur siang bisa jadi 'bencana'
Jangan lewatkan tidurkan siang karena tidur siang bagi balita adalah kunci agar mereka tak rewel. Pasalnya, tidur siang pada balita akan membantu perkembangan otak yang mengatur
emosi serta membantu mereka lebih tenang dan stabil secara psikologis. Jika si kecil melewatkan tidur siang, jangan heran kalau akan menjadi rewel dan sulit ditenangkan.
Sumber: Huffingtonpost
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
