Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Menangis (Foto: Shutterstock)
Dream - Mendengar bayi menangis, bagi orangtua baru, bisa menimbulkan kepanikan yang luar biasa. Apalagi jika tangisan terjadi tengah malam dan tak kunjung berhenti. Tangisan memang merupakan pertanda utama kalau bayi merasa tidak nyaman.
Aletha Solther, seorang psikolog, dalam bukunya berjudul " The Aware Baby" mengungkap kalau saat bayi menangis bukan hanya karena mengingingkan sesuatu atau merasa tidak nyaman. Tapi bayi juga sebagai proses 'penyembuhan' dari stres dan kesedihan.
Penting untuk membedakan dua fungsi utama menangis. Fungsi utamanya adalah untuk mengkomunikasikan kebutuhan dan ketidaknyamanan sesegera mungkin, seperti haus atau popok yang basah.
" Fungsi sekundernya adalah mekanisme pelepasan stres. Bayi kadang-kadang menangis untuk waktu yang lama meskipun mereka tidak memiliki kebutuhan mendesak selain untuk dipeluk dan ditenangkan," ujar Solther, seperti dikutip dari Motherly.
Air mata diketahui mengandung kortisol, yang merupakan hormon stres. Tak heran kalau dengan menangis, berarti bayi berusaha mengeluarkan hormon stres yang dialaminya.
Menangis juga menurunkan tekanan darah, detak jantung sera mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang bertindak sebagai mekanisme menenangkan diri.
" Banyak yang bingung bagaimana mungkin bayi bisa mengalami stres. Namun untuk bayi, semua hal yang baru dialaminya bisa sangat mengganggu. Seperti saat bajunya ditarik melalui kepala atau naik mobil dengan guncangan keras. Hal itu membuatnya terstimulasi secara berlebihan dan stres," ungkap Solther.
Menangis adalah salah satu cara bayi untuk memproses peristiwa dan pulih kembali dari stimulasi berlebihan. Untuk mengetahui apakah si kecil menangis karena tidak nyaman atau stres, perhatikan pola tangisannya.
Jika kebutuhan dan kenyamanannya sudah terpenuhi, seperti tidak kepanasan atau kedinginan, popoknya dalam kondisi kering, atau sudah menyusu tetapi terus menangis, bisa jadi si kecil sedang stres. Hal yang dibutuhkannya hanya digendong, dipeluk dan ditenangkan.
" Kita tidak harus menjadi orang tua yang sempurna, kita hanya perlu berada di sana ketika anak-anak kita ingin mengungkapkan perasaan mereka," pesan Solther.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya