Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kecenderungan hiperaktif atau dalam istilah medis disebut attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) pada seorang anak, perlu dianalisis secara mendalam. Jangan sampai salah diagnosis.
Konsultasi dengan dokter anak dan psikolog, jadi salah satu cara untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pasalnya, skala yang digunakan saat ini dalam mendiagnosis ADHD, lebih menggunakan data acuan dari anak lelaki.
Dikutip dari CNN, ada tiga faktor penilaian gejala ADHD yaitu hyperactivity, impulsivity dan inattention. Banyak anak perempuan yang sebenarnya memiliki ADHD tak terdiagnosis karena memang gejalanya sangat berbeda dari anak laki-laki.
Lalu, apa saja gejala khas ADHD pada anak perempuan?
- Sangat suka berbicara
Tak memanjat atau berlarian memutar seperti anak lelaki, tapi lebih pada sangat aktif berbicara di kelas. Terutama saat pelajaran berlangsung dan sulit fokus pada pelajaran yang diajarkan guru.
- Kemampuan membaca yang rendah
Ia bisa membaca tapi hanya fakta-fakta yang menarik perhatiannya saja yang diingat. Saat diminta menceritakan kembali, ia akan menceritakan hal lain.
- Sering lupa
Anak dengan ADHD sangat sulit mengingat detail dan fokus. Sehingga, ia sering lupa detail tugas yang harus dikerjakan dan dilakukannya. Misalnya membawa kertas minyak untuk prakarya, memakai baju olahraga sesuai jadwal. Hal ini terus-menerus terjadi dan bukan sesekali.
- Banyak ide baru
Seringkali memiliki ide baru, yang seru. Tapi hal ini tak diikuti dengan komitmen untuk menyelesaikannya. Sehingga tugas-tugasnya sering terbengkalai begitu saja.
Biasanya para guru yang sangat peka pada sikap tersebut di kelas. Tak ada salahnya berkonsultasi dengan guru si kecil di kelas, jika ia mengalami masalah dalam fokus perhatian. Nantinya bisa jadi bahan pertimbangan untuk berkonsultasi dengan dokter maupun psikolog.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun