AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Memiliki buah hati memang menimbulkan kebahagian dan tantangan tersendiri. Ada kalanya merasa sangat senang, seru tapi juga orangtua akan mengalami kepanikan, amarah serta kelelahan secara emosi.
Fokus ayah dan ibu setelah hadirnya anak, memang jadi lebih pada persoalan 'teknis' rumah tangga. Seperti jadwal sekolah dan les anak, biaya pendidikan yang harus direncanakan dengan matang. Anak jadi pusat segala rencana dan keputusan sehari-hari.
Orangtua lupa untuk memenuhi kebutuhan emosinya. Menghabiskan waktu berdua agar hubungan kembali hangat. Padahal hal tersebut sangat dibutuhkan dalam rumah tangga.
" Mengasuh anak adalah pekerjaan penuh waktu, tetapi jika Anda berada pada titik di mana rasanya seperti hanya punya waktu melihat pasangan ketika tidur, segera lakukan sesuatu. Jangan sampai pernikahan malah terbengkalai," kata Marie Hartwell-Walker, Ed.D, seorang psikolog keluarga, seperti dikutip dari PureWow.
Cari waktu untuk bersantai hanya berdua saja. Penting diketahui, hal tersebut bukanlah bentuk keegoisan. Justru akan sangat berdampak positif pada keluarga. Ayah dan ibu kian mesra dan hangat.
" Anak pun akan merasakan dan mendapat efek dari hubungan hangat orangtua. Mereka juga akan mencontohnya. Membiarkann diri dalam kesibukan rumah tangga akan membuat pasangan merasa kesepian, terpisah secara emosi dan kehilangan rasa," kata Walker.
Jika terjadi hal demikian, konflik jadi lebih mudah muncul. Komunikasi jadi tak berjalan baik, selalu ada kecurigaan dan mungkin saja memicu perselingkuhan. Jadi, para orangtua tetaplah merawat hubungan dengan baik demi keutuhan keluarga dan anak-anak.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli