5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Tes Kehamilan (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehamilan bisa terjadi kapan pun, termasuk pada usia perempuan ketika memasuki 35 tahun. Dalam usia tersebut, tubuh memang masih memproduksi sel telur. Jika terus aktif secara seksual dan tak memakai kontrasepsi, tentu saja kehamilan bisa terjadi.
Namun penting diketahui kehamilan di atas usia 35 termasuk kehamilan yang sangat berisiko. Dokter kandungan biasanya akan melakukan pemeriksaan khusus pada ibu yang hamil di atas
35 tahun demi mendapat informasi kesehatan ibu dan dan bayi secara akurat.
Pasalnya komplikasi kehamilan sangat mungkin terjadi. Pendampingan dari dokter serta pemeriksaan memang harus dilakukan lebih rutin. Ibu pun lebih mudah lelah selama menjalani
kehamilan.
" Perempuan yang hamil di atas 35 tahun memang berisiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi dan diabetes saat hamil. Dengan perawatan yang intensif, para ibu bisa melahirkan dengan baik dengan minim komplikasi," ujar Lyn Simpson, seorang dokter kandungan di Presbyterian Medical Center, New York.
Simpson mengungkap, ibu yang hamil di atas usia 35 akan dianjurkan untuk melakukan tes genetik. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada kromosom yang abnormal. Caranya bisa dengan tes chorionic villus sampling (CVS) saat kehamilan 9 atau 11 minggu atau amniocentesis pada 15 hingga 16 weeks.
Jika ditemui ada kelainan kromosom maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Faktanya, perempuan yang hamil di atas 35 tahun memang lebih berisiko mengandung janin yang
mengalami kelainan kromosom, seperti down syndrome atau trisomi 13. Apabila dokter tidak menanyakan atau menawarkan, Anda bisa bertanya soal tes genetik ini.
Risiko lain yang harus dihadapi adalah masalah tekanan darah tinggi saat hamil atau preeklampsia. Gangguan tersebut ditandai dengan tekanan darah yang tinggi serta level protein yang tinggi dalam urine. Hal tersebut dapat membahayakan organ-organ lain, seperti ginjal, hati, dan mata.
Kondisi tersebut bisa memicu kelahiran prematur pada bayi. Sementara pada ibu, bisa menimbulkan kejang saat persalinan. Jika tak ditangani secara cepat bisa menimbulkan kematian.
Level gula darah ibu pada kehamilan di atas 35 juga berisiko dalam kondisi yang tinggi, hal ini biasa disebut diabetes gestasional. Tentu saja hal ini akan menimbulkan permasalahan medis
seperti bobot bayi yang besar, persalinan harus melalui operasi caesar, serta bisa berdampak buruk pada perkembangan organ bayi.
" Bagi perempuan yang hamil di atas 35 tahun harus lebih teliti dan jeli dengan kondisi tubuh. Keluhan apa pun harus dikonsultasikan, karena memang risiko mengalami komplikasinya lebih
besar," kata Sympson.
Sumber: WebMD/ Parents
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman