Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi
Dream - Harapan dan keinginan positif memang selalu dipanjatkan orangtua untuk buah hatinya. Hal ini juga bisa membangkitkan motivasi anak agar berusaha lebih baik. Namun ada kalanya keinginan orangtua malah jadi bumerang.
Bukannya membangkitkan motivasi anak, malah membuatnya jadi tertekan. Harapan ini bisa terkait prestasi di sekolah atau target pencapaian lainnya. Apakah Anda termasuk orangtua yang terlalu menekan karena ekspektasi tinggi? Ini tandanya
1. Lebih sering mengkritik daripada memotivasi
Fokus Anda hanya mencari kesalahan yang dibuat anak. Padahal sudah banyak pencapaian yang dilakukan. Banyak orangtua beranggapan anak tak butuh pujian, meski sudah melakukan hal baik atau ketika melakukan pencapaian. Padahal pujian jadi hal penting untuk mental mereka.
2. Gila kontrol
Orangtua membuat jadwal yang sangat ketat untuk anak, hingga ia tak punya waktu bermaian dan membuat keputusan sendiri. Seluruh aktivitas anak diatur sejak bangun tidur hingga kembali tidur. Hal ini hanya akan membuat anak stres, tidak mandiri, dan bukan tidak mungkin suatu hari ia malah 'mogok' atau melawan. Biasanya hal itu dilakukan karena orangtua sangat ingin anak jadi yang terbaik tapi malah terlalu menekannya.
3. Selalu membandingkan
Membandingkan anak dengan kakak, adik atau mungkin sepupunya seringkali dilakukan para orangtua. Terutama soal prestasi di sekolah. Hal ini merupakan kebiasaan buruk orangtua, dengan membandingkan sebenarnya melukai harga diri anak. Tiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Selalu membandingkan bisa menghilangkan kepercayaan diri anak dan bukan malah memotivasinya.
Sumber: Very Well
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya