Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak yang mengiran serangan jantung hanya bisa terjadi pada mereka yang sudah berumur. Tapi faktanya, baik perempuan maupun laki-laki yang masih berusia muda bahkan ibu hamil pun mengalaminya.
Bahkan menurut penelitian yang dipublikasi dalam Journal Mayo Clinical Proceedings, kasus serangan jantung pada ibu hamil setiap tahun mengalami peningkatan. Dari penelitian yang menganalisis 49 juta kelahiran ini ada 1.061 ibu yang mengalami serangan jantung selama persalinan.
Sementara, ada 922 ibu yang mengalami serangan jantung saat hamil. Lalu, ada 2.390 ibu yang mengalami serangan jantung setelah melahirkan. Peningkatan risiko serangan jantung ini meningkat sebanyak 25 persen dari tahun 2002 hingga 2014.
" Meskipun serangan jantung pada perempuan muda jarang terjadi, selama dan setelah kehamilan adalah periode yang sangat rentan di mana penyakit jantung mungkin tertutupi," kata penulis studi Dr. Nathaniel Smilowitz, seorang ahli jantung dan asisten profesor kedokteran di NYU Langone Health, dikutip dari Time.
Masih belum jelas penyebab peningkatan masalah jantung selama dan setelah kelahiran, tetapi para peneliti berspekulasi bahwa ada beberapa alasan yang berkontribusi. Antara lain semakin banyakk wanita yang menunda memiliki anak. Wanita yang lebih tua memang lebih berisiko mengalami serangan jantung daripada wanita muda.
" Dibandingkan dengan wanita hamil berusia 20-an, wanita hamil berusia 35 hingga 39 tahun memiliki risiko serangan jantung lima kali lebih besar," ungkap Nathaniel.
Penyakit lain seperti obesitas dan diabetes, juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Untuk itu jangan sepelekan pemeriksaan selama kehamilan. Selalu konsultasikan dengan dokter keluhan yang dialami selama kehamilan terutama yang berkaitan dengan jantung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya