8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tayangan komedi, acara musik, bincang-bincang yang banyak muncul di stasiun televisi, banyak mengundang kritikan keras. Pasalnya tayangan tersebut sering berisi candaan yang berlebihan, kata-kata kasar, dan penuh gimmick tak mendidik.
Salah satu kritikan keras justru muncul dari kalangan pelaku industri hiburan sendiri, Deddy Corbuzier. Ia menyebut tayangan yang banyak muncul dengan tayangan 'alay', yang efeknya sangat buruk bagi anak-anak. Terutama pada mereka yang tak punya pilihan tontonan lain.
Selaras dengan kritik Deddy Corbuzier, psikolog anak yang juga praktisi terapi Bach Flower Remedies Alva Paramitha mengatakan, tayangan tersebut berdampak negatif pada anak.
Menurut Alva, tayangan-tayangan penuh gimmick, drama berlebihan, dan candaan yang kelewatan bisa berpengaruh pada sifat dan kesehatan mental anak.
" Tayangan apa pun yang mempertontonkan sikap hidup, gaya hidup yang dibuat-buat, atau terlalu drama pasti akan memberikan masukan cara berpikir bagi orang yang menonton," kata Alva ketika dihubungi Health-Liputan6.com.
Tayangan semacam itu, menurut Alva juga dapat merusak otak anak. Hal ini karena stimulasi yang buruk terus-menerus.
" Ada fungsi eksekutif atau penyelesaian masalah di bagian otak kita. Bayangkan bagaimana otak bekerja, apabila distimulasi dengan tontonan yang tidak baik," kata Alva.
Alva sendiri mendukung agar orangtua harus menyeleksi tontonan yang dilihat anak dan remaja. Hal ini mengingat banyaknya tayangan televisi yang sebetulnya tidak memberikan nilai edukasi sama sekali untuk anak.
" Filter utama harusnya di orangtua. Jadi akan sulit kalau orangtua ikut menonton dan menikmatinya," ujar Alva.
Sumber: Giovani Dio Prasasti/ Liputan6.com
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian