Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Heboh Bisnis 'Uncle Service' di Korsel Demi Cegah Bullying

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 27 September 2018 18:12
Heboh Bisnis 'Uncle Service' di Korsel Demi Cegah Bullying
Ada tiga paket yang ditawarkan dalam "Uncle Service", penasaran?

Dream - Perundungan atau bullying jadi masalah yang sangat mengkhawatirkan di sekolah. Kasus bullying di Amerika Serikat misalnya, banyak yang berujung memakan korban jiwa.

Sekolah-sekolah di Korea Selatan juga mengalami banyak kasus perundungan. Para orangtua tentu saja khawatir dengan hal tersebut. Hal ini membuat sebuah layanan jasa yang cukup unik muncul di negeri ginseng tersebut, yaitu " Uncle Service" .

Jasa tersebut seperti menyediakan ajudan khusus untuk anak agar terhindar dari bullying. Atau jika bullying sudah terjadi, 'Uncle Service' akan mencari bukti otentik agar kasusnya bisa diproses secara hukum.

Dikutip dari All Kpop, ada tiga paket yang ditawarkan dalam " Uncle Service" . Pertama " Uncle Package" di mana akan ada orang yang bertubuh besar dan penampilannya mengintimidasi yang akan mengantar, menjemput dan mendampingi anak.

 

1 dari 1 halaman

Layanan Demonstrasi hingga Mencari Bukti

Layanan Demonstrasi hingga Mencari Bukti © Dream

Paket kedua yaitu " Chaperone Package" , untuk kasus bullying sudah terjadi. Si 'paman' yang berbadan besar akan menghampiri kantor orangtua pelaku bullying dan melakukan protes. Demonstrasi di kantor orangtua pelaku dilakukan sebanyak 4 kali.

Uncle Service

Paket ketiga yaitu " Evidence Package" . Paket ini khusus untuk orangtua yang ingin mencari bukti otentik terjadi bullying pada anaknya. Si 'paman' akan merekam, memotret dan mencari bukti pendukung. Bukti itu akan digunakan orangtua untuk menuntut tanggung jawab pihak sekolah.

Banyak orangtua yang mendukung adanya layanan jasa ini. Banyak juga yang memberikan kritik. Salah satunya Profesor Kim Yoon Tae dari Korea University.

" Sanksi pribadi hanyalah bentuk lain dari kekerasan. Kekerasan sekolah harus diselesaikan dengan memperbaiki sistem yang ada," ujar Prof Kim.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More