Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
YouTube Kids
Dream - Aplikasi YouTube Kids jadi pilihan banyak orangtua demi mendapat video yang aman dan sesuai untuk anak-anak. Pihak YouTube juga awalnya membuat versi Kids dengan maksud membuat kanal video yang 'sehat' bagi anak.
Sayangnya, sistem dalam YouTube Kids belum bisa menyaring video yang aman dengan optimal. Terbukti masih banyak video di YouTube Kids yang berisi kekerasan, pornografi bahkan ajakan untuk bunuh diri.
Free Hess, seorang ibu dan dokter anak, mengungkap detail video pada YouTube Kids yang berisi banyak ajakan untuk bunuh diri ketika anak menghadapi masalah berat. Hal tersebut dituliskannya dalam blog agar bisa langsung diperbaiki oleh pihak YouTube.
Isi blog Hess kemudian viral. Bisa dibaca secara lengkap di sini.
" Ini membuatku marah. Aku adalah seorang dokter anak, aku melihat banyak anak dan bertambah banyak kasus anak menyakiti dirinya sendiri hingga percobaan bunuh diri. Aku yakit media sosial berkontribusi besar," ungkap Hess, seperti dikutip dari CNN.
© Dream
Rupanya banyak video dalam versi kartun, berisi gambar bagaimana caranya menyakiti tangan dengan pisau. Termasuk video penembakan di sekolah dan berbau pelecehan seksual.

Saat ini pihak YouTube sudah menarik video tersebut dari aplikasi YouTube Kids dan memberikan pernyataan resmi.
" Kami menghargai pihak yang melaporkan konten bermasalah dan ini menjadi perhatian kami. Video yang bermasalah bisa ditandai atau dilaporkan dan secara manual ditinjau setiap saat selama 24/7 dan semua video yang tidak layak di aplikasi akan dihapus," pernyataan pihak YouTube.
Hess juga memperingatkan para orangtua untuk lebih peka terhadap tontonan anak-anak di YouTube.
Meski mereka menonton melalui aplikasi untuk anak-anak, sebaiknya orangtua mendampingi. Penting bagi orangtua untuk mengikuti perkembangan teknologi.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram