Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menghadapi perilaku anak yang sering tak terkendali kerap memancing emosi orangtua. Respons yang keluar pun menjadi penuh kemarahan dan dilampiaskan melalui teriakan.
Tentunya hal ini sangat tidak sehat bagi perkembangan emosi anak. Mereka akan terbiasa dengan teriakan dan bentakan yang malah membuatnya jadi pribadi yang tak peka. Mulai sekarang coba kurangi kebiasaan berteriak pada anak.
Bagaimana caranya? Langkah pertama coba perhatikan momen-momen di mana Anda mulai meninggikan suara. Biasanya ketika sedang berbeda ruangan dengan anak, berjauhan dan tidak fokus.
Anda sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga lalu si kecil berada di ruang tengah. Atau ketika anak berada dalam bahaya, saat memegang gunting, pisau atau akan terjatuh.
" Rasa panik, takut dan kekhawatiran yang begitu tinggi dengan mudah akan memicu suara teriakan. Cara paling efektif untuk meredakannya adalah dengan berdekatan dengan anak. Minta anak mendekat, lalu bicaralah padanya atau Anda yang menghampirinya," kata Dayna Williams, seorang praktisi pendidikan anak usia dini.
Biasakan untuk berbicara dengan fokus. Sejajarkan mata Anda dengan anak dan minta perhatiannya. Jangan berbicara dengan anak sambil melakukan pekerjaan lain apalagi memegang ponsel.
" Anak akan semakin berulah dan tak mau mendengarkan jika orangtua juga tak fokus dengannya. Jadi, bicaralah dengan anak seserius mungkin dan sefokus mungkin," ungkap Dayna.
Apapun kondisinya, usahakan untuk selalu berbicara dengan jarak dekat. Biasanya hal ini juga efektif mengurangi level emosi Anda dan anak yang meninggi.
" Saat anak berteriak, cobalah mendekat. Gendong atau rendahkan tubuh dan tatap matanya. Ketika anak marah, posisikan tubuh lebih dekat, peluk dan lihat matanya. Minta ia mengatakan secara jelas apa yang diinginkan," kata Dayna.
Kuncinya adalah memperpendek jarak, memperbanyak pelukan. Teriakan pun bisa diminimalisir bahkan bisa tak ada lagi suara melengking penuh emosi karena semua orang di rumah belajar berbicara dengan fokus secara dekat. Selamat mencoba!
Sumber: Lemon Lime