Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menggelitik Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Bercanda dengan anak-anak memang sangat menyenangkan. Apalagi saat ia tertawa terbahak. Keceriaannya seakan menular.
Salah satu cara untuk membut anak tertawa kencang adalah dengan menggelitiknya. Rasa geli yang muncul pasti langsung membuatnya bereaksi lucu.
Mulai dari tertawa sampai berteriak. Rupanya, menggelitik anak bisa menimbulkan efek negatif dan tidak dianjurkan.
Mengapa demikian? Sahabat Dream penasaran? Yuk kita cari tahu.
© Dream
Hanya karena seorang anak tertawa bukan berarti mereka senang digelitik. Anak-anak, terutama yang geli, tidak bisa berhenti tertawa ketika digelitik. Bahkan jika mereka benar-benar membencinya.
Tawa karena geli ini seperti ilusi. Anak seperti menikmatinya padahal sebenarnya tidak. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of California pada 1997, para ilmuwan menemukan bahwa menggelitik tidak menciptakan perasaan bahagia yang sama seperti yang diciptakan ketika seseorang menertawakan lelucon lucu. Menggelitik hanya menciptakan ilusi lahiriah bahwa seseorang sedang tertawa.
© Dream
Anak yang digelitik kehilangan kendali dirinya. Perjuangan untuk mendapatkan kendali bisa jadi hal sangat sulit bagi anak dan bisa meninggalkan kenangan yang tidak menyenangkan seumur hidup.
Ketika orang dewasa menggelitik anak-anak, mereka kebanyakan bermaksud bersenang-senang. Menurut Dr. Richard Alexander, Profesor Biologi Evolusi di University of Michigan, menggelitik bisa menjadi bentuk dominasi dan tawa yang mengikuti adalah cara untuk menunjukkan kepatuhan.
© Dream
Menggelitik dapat menyebabkan tawa yang tidak terkendali dan sulit untuk dihentikan. Tawa yang disebabkan oleh gelitik terus-menerus dapat mencapai titik di mana orang yang digelitik tidak lagi dapat bernapas dengan benar. Anak juga jadi mengalami sesak napas dan bisa membahayakan kesehatannya.
Sumber: Brightside
© Dream
Dream - Menghadapi anak yang mengamuk, pastinya akan sangat menguras emosi orangtua. Takut, panik, sedih dan malu jadi hal yang kerap dialami saat anak berguling-guling dan menangis keras di tempat umum.
Dalam kondisi ini orangtua memang harus kuat mental dan tenang. Menurut dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang Catharine M Sambo, cara terbaik untuk menenangkan anak tantrum, pertama dalah pindahkan anak ke tempat yang lebih sepi.
"Bawa pergi dari orang banyak. Gendong anak lalu bawa pergi ke suatu tempat (yang agak sepi)," saran Catharine saat ditemui di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta.
Anak menjadi tantrum biasanya ingin meminta sesuatu, apakah mainan, makanan atau barang lain. Saat orangtua tidak memberikan, anak pun bisa mengamuk
"Misalnya, anak mau sesuatu, kalau itu tidak tepat buat anak, jangan lantas dikasih gara-gara tantrum," tambah Catharine.
© Dream
Menurutnya, anak perlu belajar, meminta sesuatu dengan keadaan tantrum bukan perilaku baik. Setelah anak mulai tenang, orangtua bisa menanyakan kenapa anak sangat menginginkan sesuatu.
Tantrum mencapai puncak ketika anak berusia 2-3 tahun. Di usia tersebut anak masih belajar mengkomunikasikan apa yang dia inginkan.
"Orangtua harus bisa menenangkan dan melatih anak berkomunikasi apa yang diinginkan tanpa harus mengamuk," kata Catherine.
Laporan Fitri Haryanti/ Sumber: Liputan6.com
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
