Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Elmo
Dream - Monster berbulu merah, dengan mata besar dan bersuara tinggi. Ya, itulah si Elmo. Tokoh monster lucu dari Sesame Street ini selalu bisa menarik perhatian anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun (balita).
Elmo yang bertubuh mungil dan bersuara melengking serta tak bisa diam dan selalu bertanya memang seperti balita. Tovah Klein, Direktur dari Center of Toddler Development di Barnard College, New York, AS, mengungkap kalau Elmo memang gambaran anak usia 3,5 tahun.
" Seperti balita, Elmo sangat cerewet dan selalu bertanya. Ia selalu ingin mengeksplorasi hal apapun di sekitarnya, seorang peneliti kecil dan selalu mencari tahu," ujar Tovah Klein, seperti dikutip dari Fatherly.
Pihak dari Sesame Street memang mengembangkan Elmo sebagai tokoh yang menggambarkan usia anak pra sekolah yaitu 1 hingga 4 tahun. Dimunculkan pertama kali pada 1985, Elmo hingga kini punya penggemar yang luar biasa. Bukan hanya nak-anak tapi juga kalangan dewasa.
" Kami memang membuat ELmo dari penelitian mendalam tentang anak pra sekolah. Mereka cenderung selalu ingin tahu, berpikiran terbuka, menyenangkan, suka belajar hal baru dan sangat optimistis," Rosemarie Truglio, Vice President bidang penelitian dan pendidikan di Sesame Workshop.
Dalam beberapa tayangan, Elmo juga belajar kata-kata baru. Tak selalu langsung bisa mengucapkannya, Elmo kadang 'terselip' lidah dalam mengucap kata baru yang baru diajarkan. Hal ini tentunya mirip dengan balita ketika mereka belajar kosakata baru.
" Anak balita semacam melihat Elmo adalah dirinya dalam versi monster lucu. Tak heran kalau anak-anak sangat menyayangi Elmo. Bahkan mereka suka sekali meniru Elmo. Untuk itu kami suka membuat tayangan Elmo memantu teman, Elmo makan sayuran serta contoh-contoh perilaku baik yang bisa diikuti anak-anak," kata Rosemarie.
Pada tingkat yang lebih primal, anak balita faktanya sangat suka melihat merah. Warna merah Elmo membuat anak merasa aman. Menurut buku What to Expect The First Year, merah adalah warna pertama (bersama dengan hitam dan putih) yang bisa dibedakan anak-anak dengan mudah.
Coba lihatlah tampilan Elmo. Perpaduan warna merah tubuhya, dengan matan bulat besar warna putih lalu bola mata yang hitam pekat. Kombinasi warna tersebut dengan mudah menarik perhatian anak-anak.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari