Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Kakak Adik
Dream - Setiap anak memiliki kelebihan dan bakat masing-masing. Tapi tahukah Anda kalau anak pertama memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik dibandingkan adik-adiknya?
Sebuah penelitian longitudinal selama bertahun-tahun dilakukan oleh tim dari University of Edinburgh, University of Sydney dan firma konsultan ekonomi The Analysis Group.
Penelitian ini melibatkan 5.000 anak di Amerika dengan menganalisis kebiasaan mereka, juga pola asuh orangtuanya. Diketahui, kemampuan berpikir anak pertama lebih baik karena
mendapat stimulasi yang maksimal dari orangtua ketika masih berusia dini.
Setiap anak dianalisis setiap dua tahun. Kemampuan berpikir mereka dinilai melalui perbendaharaan kosakata dan memahami bacaan. Latar belakang keluarga dan status ekonomi juga jadi pertimbangan. Hasilnya, anak pertama memiliki skor yang lebih tinggi dalam tes kemampuan bahasa dan bacaan.
" Ternyata pada anak pertama orangtua memberi stimulasi yang sangat baik dan terlibat banyak dalam kegiatan anak, seperti membuat kerajinan dan aktivitas edukasi lain. Anak pun mendapat dukungan emosi yang mumpuni serta berdampak signifikan pada perkembangan kemampuan berpikirnya," ujar Ana Nuevo-Chiquero, peneliti dan juga dosen di University of Edinburgh.
Fakta lainnya pada anak kedua, ketiga dan seterusnya, stimulasi yang diberikan orangtua cenderung tak seperti pada anak pertama. Orangtua juga tak terlalu terlibat banyak dalam kegiatan edukasi anak kedua dan ketiga. Peneliti menyimpulkan hal itu juga berdampak level kemampuan berpikir anak.
Sumber: Huffington
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari