BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Mainan Anak
Dream - Mainan berserakan di mana saja. Kamar tidur, tas sekolah, mobil, kamar mandi, bahkan hingga ada mainan di tas kerja ayah dan ibu. Bagi orangtua, kadang berantakannya mainan si kecil ini memang sangat menganggu.
Tapi hal itulah yang memang sangat dibutuhkan anak-anak, terutama usia balita. Mereka belajar banyak hal melalui bermain. Bukan karena mainan mahal, tapi anak juga belajar menggenggam, melatih motorik kasar dan halus, melatih emosi dan konsentrasi dan masih banyak lagi yang mungkin tak Anda sadari.
Coba perhatikan, anak belajar hal-hal berikut dari mainan-mainan yang ia mainkan sehari-hari.
- Bahasa
Flash card, buku, boneka dengan suara, huruf plastik, mainan-mainan tersebut membuat anak jadi tahu kata-kata baru. Apalagi mainan yang disertai gambar, pengucapan, huruf, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Poster-oster penuh gambar binatang atau tumbuhan juga sangat membantu anak untuk meningkatkan perbendaharaan kata dan merangsangnya untuk lebih baik dalam pelafalan kata.
- Mengenalkan konsep sebab akibat
Cara paling mudah mengajarkan kosep sebab akibat memang lewat mainan. Misalnya, ada mainan mobil-mobilan dengan tombol untuk menjalankannya. Kita mencontohkan dan anak akan melihatnya. Anak pun akan tahu kalau mobil baru bisa berjalan setelah tombolnya dipencet. Begitu juga mainan bunyi-bunyian dan lampu warna-warni yang sangat disukai bayi.
Rasa penasaran dan keinginan untuk mengekplorasi anak begitu besar. Mereka juga kadang tak suka atau mainan yang ada. Barang-barang yang ada di rumah bisa jadi mainan. Untuk itu selalu awasi anak-anak saat bermain.
- Konsentrasi
Anak-anak memang masih sangat sulit untuk berkonsentrasi, tapi ketika mereka menemukan mainan yang disukainya, fokusnya bisa sangat lama. Biasanya ini permainan berupa menyusun balok, puzzle, menggunting dan menempel. Jika Anda sudah tahu mainan yang disukai dan sangat menyita konsentrasinya, mungkin bisa memberikan mainan tersebut secara rutin.
Ingat, bukan mainan mahal yang diperlukan anak, tapi orangtua yang mendampinginya secara fokus untuk ikut bermain. Bangunlah percakapan yang seru saat bermain dan pastikan bukan hanya fisik Anda yang menemani anak bermain tapi juga pikiran. Pasti suasana main jadi menyenangkan dan bukan hanya anak yang senang, orangtua juga demikian.
Sumber: Kidspot
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan