Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Madu
Dream - Kandungan nutrisi pada madu tak perlu ditanyakan lagi. Tak heran kalau 'cairan ajaib' dari lebah ini telah lama digunakan sebagai suplemen nutrisi untuk kesehatan. Selama ini madu juga diberikan pada bayi, karena dianggap aman dan bisa meningkatkan kesehatan.
Tapi ternyata efek memberikan madu pada bayi tak seperti yang dikira, malah sebaliknya. Memberikan madu pada anak di bawa 1 tahun bisa meningkatkan risiko keracunan. Hal ini bukan tanpa alasan. Hal itu karena madu bisa saja mengandung bakteri clostridium botulinum dan memicu keracunan.
" Konsumsi madu pada bayi berusia kurang dari 12 bulan dapat meningkatkan risiko keracunan, infant botulism (penyakit botulisme pada bayi). Infant botulism terjadi akibat racun yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum," tulis dr. Devina Angela dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Bayi yang menelan spora clostridium botulinum dari madu berisiko tinggi mengalami keracunan karena belum lengkapnya flora normal pada usus. Pada anak yang lebih besar atau di atas 1 tahun besar serta orang dewasa, madu jarang menyebabkan masalah kesehatan karena flora normal usus sudah matang dan normal.
" Ketika racun botulinum yang masuk ke saluran cerna bayi akan menyerang sistem saraf bayi, dan menyebabkan kelemahan otot atau hipotonia. Ini terjadi karena racun akan berikatan dengan reseptor sehingga menghambat pelepasan asetilkolin (zat kimia penghantar rangsang saraf) yang berakibat terhambatnya hantaran saraf. Tidak hanya di saluran cerna, namun juga diseluruh tubuh," tulis dr. Devina.
Gejala yang muncul saat bayi mengalami keracunan akibat bakteri dalam madu yaitu da bayi yang mengalami infant botulism antara lain lesu, lemas, sesak napas, malas menyusu, sulit menelan, sembelit, sulit membuka mata, dan mulut kering. Jika bayi Anda mengalami gejala tersebut setelah diberi madu, segera bawa ke rumah sakit.
Sumber: IDAI
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari