Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jangan Kaget Bayi Alami Periode 'Purple Crying', Apa Itu?

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 18 November 2017 12:39
Jangan Kaget Bayi Alami Periode 'Purple Crying', Apa Itu?
Terjadi saat bayi berusia 2 minggu dan puncaknya ketika berusia 2 bulan.

Dream - Menghadapi tangisan bayi baru lahir memang sering berujung kepanikan. Ayah maupun ibu tak tahu apa yang membuatnya menangis. Padahal sudah diberi susu dan digendong serta popoknya dalam keadaan kering.

Tangisan tanpa henti sepanjang malam seringkali terjadi pada bayi baru lahir. Jika Anda pernah menghadapi hal ini, bisa jadi si kecil sedang dalam fase " purple crying" .

Lalu apa penyebab tangisan ini? Dokter Ronald Barr, seorang dokter anak menjelaskan kalau periode tangisan PURPLE mengacu pada tahap perkembangan normal. Biasanya terjadi pada
beberapa minggu atau bulan pertama kehidupan bayi.

" Ditandai dengan menangis cukup lama, fase ini biasanya dimulai sekitar dua minggu, puncaknya sekitar dua bulan dan kemudian membaik pada empat bulan," ungkap dr. Barr, seperti dikutip dari PureWow.

Istilah " purple crying" bukan berarti bayi menangis hingga menjadi ungu. Tapi lebih pada sebuah akronim atau singkatan untuk menggambarkan kondisi bayi. Untuk " P" yaitu, peak atau puncak tangisan. Artinya si kecil mungkin menangis lebih sering dan puncaknya saat berusia 2 bulan.

Lalu untuk " U" berarti unexpected atau yang tak bisa diperkirakan atau diketahui Seperti saat si kecil hanya ingin menangis atau ingin berada di dekapan orangtuanya. Sementara " R" berarti resistent atau tak mempan saat ditenangkan, biasanya berhubungan dengan rasa tak nyaman.

Untuk " P" yang kedua mengacu pada pain biasanya saat si kecil sedang sakit, flu, batuk dan pilek dan disertai demam. Lalu " L" untuk long yang berarti lama. Tangisan yang terjadi selama 30 menit hingga satu jam, jadi Anda harus sabar-sabar.

Terakhir " E" mengacu pada evening atau malam, karena biasanya terjadi pada malam hari. Terkait hal ini dr. Barr mengungkap kalau fase tersebut adalah normal dan akan membaik dengan sendirinya ketika usia bayi bertambah.

Sumber: KidSpot

Beri Komentar