Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Anak Remaja
Dream - Memiliki anak lelaki yang berusia 12 tahun ke atas, orangtua berarti akan punya pengalaman baru. Anak-anak kesayangan ini yang biasanya tak menolak dicium atau dipeluk ayah atau ibunya, akan cenderung malu.
Mereka juga akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya atau malah menyendiri. Fisiknya pasti akan jadi berbeda, begitu juga suara yang mulai pecah. Siap-siap saja Anda akan menghadapi hal ini.
Pakaian yang sudah tak lagi muat
Anak lelaki di masa puber cenderung tumbuh dengan sangat cepat, baik tinggi maupun berat badannya. Tak heran kalau pakaiannya tak akan bertahan lama, cepat sekali sempit. Mungkin hanya bisa bertahan dalam hitungan bulan. Begitu juga untuk sepatu dan celana. Jadi jangan kaget jika mereka seringkali minta dibelikan pakaian, celana dan sepatu, karena rusak dan tak muat. Pertumbuhannya memang sangat pesat.
Tidur lama dan makan banyak
Anak lelaki di masa puber juga makan sangat banyak, melebihi porsi biasanya. Mereka seringkali makan lima kali dalam sehari, belum lagi cemilannya. Anda mungkin sampai kaget melihat porsi makannya yang sangat banyak. Begitu juga durasi tidurnya, jadi lebih lama dan lebih sering. Saat puber, tubuh anak-anak semacam sangat mudah lelah. Mereka butuh asupan energi yang banyak dan memang lebih banyak istirahat. Apalagi aktivitas di sekolahnya juga sangat padat.
Menarik diri
Ada anak-anak yang mulai malu atau malas pergi-pergi dengan ayah ibunya. Saat puber, emosi mereka sedang sangat meletup-letup dan teman-temannya lah yang bisa memenuhi kebutuhan emosinya. Untuk satu ini, sebaiknya Anda kenal dengan seluruh temannya. Sesekali ajak teman-temannya makan bersama di rumah agar Anda tahu lingkaran pergaulan anak demi langkah antisipatif.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi