Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Ilustrasi
Dream - Menunggu jadi hal yang paling membosankan dan menyebalkan. Orang dewasa seperti kita saja kadang merasa kesal ketika harus menunggu sesuatu atau seseorang. Anak-anak pun demikian, terutama anak balita yang emosinya masih meletup-letup.
Meski begitu bukan berarti anak tak bisa diajarkan untuk menunggu. Ada kalanya kita berada di dalam situasi yang harus menunggu. Antre saat di kasir, menunggu untuk giliran berbicara, menanti ayahnya datang dan masih banyak lagi.
" Menunggu bagi anak-anak hal ini juga sebenarnya harus sering-sering dilatih. Terutama mengajarkan menunggu untuk giliran berbicara, anak menyela ketika orangtua berbicara, tentu ini tidak sopan. Ada permainan yang bisa melatihnya untuk menunggu," ujar Lana Smith, seorang pengajar anak usia dini, seperti dikutip dari Brightside.
Untuk mengajarkan anak agar tak menyela pembicaraan dan menunggu, latih dia untuk memberi tahu dengan sentuhan. Misalnya ketika Anda dan ayahnya sedang berbicara, jangan biarkan si kecil menyela.
Minta anak untuk menyentuh tangan Anda, lalu balas dengan sentuhan lagi. Ini tanda kalau Anda mengerti yang dimaksudkannya dan segera menghampiri setelah berbicara dengan ayahnya. Latihan ini perlu dilakukan berkali-kali sampai anak mengerti dan terbiasa. Katakan juga padanya menyela pembicaraan orangtua merupakan hal tidak sopan.
Lalu, cara lainnya adalah mengajak anak mengantri di depan kasir. Saat belanja sesuatu biarkan ia memilih jajanannya. Akan sangat baik jika antrian cukup banyak. Beritahu anak kalau harus antri agar semua terlayani dengan baik dan tidak menyelak.
" Hindari menggunakan ukuran satuan waktu, misalnya 10 menit atau 5 menit. Anak yang masih di bawah usia 9 tahun belum bisa memahami konsep tersebut. Mereka sebaiknya dilatih dengan yang terlihat 'nanti setelah serial Elmo habis kita tidur ya', bukan dengan '5 menit lagi harus naik tempat tidur', cara tersebut akan jauh lebih dimengerti," ungkap Smith.
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol