Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Pernikahan (Foto: Shutterstock)
Dream - Seruan untuk menikah muda kini sedang ramai digaungkan. Salah satu alasannya untuk menghindari zina atau pergaulan bebas. Namun faktanya, tujuan menikah jauh lebih bermakna dari hal tersebut.
Salah satunya membangun keluarga yang berkualitas, mengoptimalkan kemampuan diri dan pasangan serta membentuk generasi-generasi yang mumpuni. Untuk itu sebelum memutuskan menikah muda, pertimbangan perlu dilakukan secara matang.
Termasuk membicarakan dengan pasangan soal rencana memiliki keturunan. Bisa jadi setelah menikah masih ada target-target yang ingin dicapai, terutama oleh istri. Seperti menyelesaikan kuliah, mengejar jenjang yang lebih tinggi atau mungkin mengembangkan bisnis.
" Penting bagi perempuan untuk menentukan keputusan bagi dirinya dan membuat perencanaan," jelas Febria Indra Hastati, Psikolog Brawijaya Clinic dalam acara peluncuran situs Moth3rs.com di bilangan Jakarta Selatan, Senin 23 April 2018.
Jika memang keputusan menikah tetap diambil, mungkin untuk menunggu rumah tangga lebih stabil, kehamilan bisa ditunda lebih dulu. Sambil mematangkan usia dan meningkatkan kesiapan mental serta ekonomi.
" Ketika hamil kan fisik dan psikisnya berubah, makanya harus dipersiapkan. Seorang ibu harus bisa menyeimbangkan suasana rumah tangga juga," ujar Febria.
Pentingnya perencanaan ini juga didasari oleh proses tumbuh kembang anak yang terpengaruh jika fisik dan psikis orangtua belum siap. Dengan kondisi orangtua yang sudah siap baik mental dan finansial, tentu akan sangat baik bagi perkembangan anak dan kondisi rumah tangga nantinya.
" Dengan perencanaan keluarga dan pertimbangan masa kehamilan, anak bisa tumbuh lebih optimal, siap menghadapi tantangan, terjalinnya iklim pernikahan yang kondusif serta terciptanya kesejahteraan psikologis perempuan di dalam melakoni aneka peran," ujar Widwiono, Direktur Bina Kesertaan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram