Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Dream – Umumnya, pemeriksaan tahunan anak hanya diisi dengan pemeriksaan kesehatan fisik. Jarang sekali dokter yang menanyakan bagaimana kesehatan mental si kecil. Tapi, hanya karena dokter tidak menanyakan, bukan berarti Anda tidak bisa mengonsultasikannya.
Beberapa dokter akan memberikan berbagai informasi mengenai masalah kesehatan mental dan perilaku. Jika Anda memiliki kekhawatiran dengan perilaku si kecil, dokter anak bisa memberikan rekomendasi untuk mencari solusi.
Pada laporan 2015 yang diterbitkan oleh Rumah Sakit Nasional C.S Mott, National Polling on Children’s Health menunjukkan bahwa masih banyak orangtua tidak mengangkat masalah emosional dan perilaku kepada dokter.
Beberapa orang tua beralasan bahwa mereka tidak menganggap masalah perilaku adalah masalah medis, lebih suka mengatasi masalah secara pribadi, lebih suka berkonsultasi dengan kerabat, serta tidak memiliki waktu cukup untuk kunjungan ke dokter.
Hal ini tentunya sangat disayangkan, karena kesehatan mental anak juga perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, ceritakanlah bagaimana perilaku dan kebiasaan anak di rumah serta sekolah. Selain lebih memahami anak, konsultasi ini juga bisa mengetahui apakah buah hati terkena penyakit mental atau tidak, seperti depresi atau ADHD.
Tak hanya itu, dokter juga akan memberikan wawasan mengenai potensi risiko berbagai penyakit mental anak. Jika dari awal Anda sudah merasa buah hati memiliki potensi terkena ADHD atau depresi, sebaiknya beritahulah kepada dokter.
Dokter akan menyarankan melakukan terapi okupasional hingga tes psikologis. Peran dokter anak sangatlah penting dalam menangani gangguan kesehatan mental atau perilaku emosional si kecil.
Sumber: Verywell Family
Laporan Dina Nazhifah