8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Vaksin Pada Bayo (Foto: Shutterstock)
Dream - Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Namun beberapa vaksin menimbulkan reaksi tertentu pada tubuh. Efek samping inilah yang kemudian memicu persepsi negatif.
Dokter Novilia Bachtiar, Kepala Divisi Surveilens dan Uji Klinik Bio Farma menyebutkan bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) memang kerap kali terjadi. Namun hanya sedikit yang menimbulkan efek serius.
" Kasus KIPI paling banyak terjadi akibat faktor kebetulan. Misalnya, ketika pasien mengalami demam terus-menerus setelah imunisasi. Tapi setelah ditelusuri, rupanya ada gejala dari
penyakit yang sudah diderita sebelum melakukan imunisasi, contohnya demam berdarah," ujar Novilia dalam acara Media Workshop Biofarma, di Cirebon, Jawa Barat.
Setelah imunisasi, anak atau orang dewasa biasanya mengalami reaksi ringan. Seperti bengkak, badan nyeri hingga demam yang berlangsung tak lebih dari 24 jam. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
Reaksi seperti rasa limbung, mual hingga pingsan hanya diakibatkan oleh faktor kecemasan akibat rasa takut terhadap kegiatan imunisasi. Sementara reaksi berat pada umumnya diakibatkan oleh alergi. Untuk itu, ada baiknya agar memeriksa riwayat alergi sebelum melakukan imunisasi.
" KIPI dinyatakan berat apabila menyebabkan pasien dirawat inap, atau ditemukannya kasus kematian. Pihak keluarga bisa melapor ke BPOM, Komnas KIPI atau Komda KIPI. Nanti akan
dilakukan investigasi terkait dengan penyebab KIPI," kata Novilia.
Ia juga menegaskan, jika terjadi kasus KIPI yang berat, vaksin akan dikaji untuk menemukan faktor pencemar. Apabila ditemukan, BPOM akan melakukan tindakan korektif. Kabar baiknya, hingga saat ini belum ada laporan KIPI yang disebabkan oleh kualitas vaksin.
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian