8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Vaksinasi
Dream - Penyakit menular masih menjadi masalah besar di dunia kesehatan. Pasalnya, penyakit yang seharusnya dapat dihindari itu justru merebak akibat penolakan vaksin.
Berbagai isu miring tentang vaksin menjadi alasan utama bagi orang untuk tidak melakukan vaksinasi. Padahal, manfaat yang diberikan oleh vaksin justru lebih besar dibanding dengan
kerugiannya.
Dokter Spesialis Anak, Arifianto menyebutkan beberapa isu vaksin yang terbukti sebagai hoax lewat acara Media Workshop Bio Farma di Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Sebelum menolak vaksin, ketahui faktanya berikut. Jangan terjebak hoax.
Mitos: Vaksin mengandung babi
Fakta: Manusia masih bergantung pada beberapa hewan untuk memproduksi obat-obatan dan vaksin, salah satunya adalah embrio ayam. Kalaupun bersinggungan dengan bahan yang terkait
dengan babi, zat tersebut sudah hancur akibat proses yang kompleks sehingga partikel babi tidak lagi ditemukan disana.
Selain itu, MUI sudah mengeluarkan fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang tentang Pelaksanaan Sertifikasi Halal Produk Vaksin dan Obat-obatan. Disebutkan bahwa ajaran Islam sangat
mendorong umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan, yang dalam praktiknya dapat dilakukan melalui upaya preventif agar tidak terkena penyakit.
Mitos: Vaksin berbahaya karena mengandung aluminium
Fakta: Memang benar bahwa ada kandungan aluminium pada vaksin. Namun jumlahnya hanya berkisar 4mg dan tidak berbahaya. Bahkan, ASI memiliki kandungan aluminium yang lebih banyak, yakni 10mg. Ditmabah lagi dengan 40mg dari kandungan susu formula.
Aluminium digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan respon imun vaksin dengan jumlah bahan aktif yang lebih sedikit. Sekadar informasi, aluminium memang terdapat di dalam air,
udara dan makanan sehari-hari.
Mitos: Vaksin berbahaya karena mengandung formalin
Fakta: Formalin digunakan untuk mematikan virus atau toksin pada bakteri. Seperti misalnya vaksin polio, toksin difteri dan tetanus. Tak perlu khawatir karena formalin yang digunakan telah dimurnikan terlebih dahulu.
Formalin juga merupakan produk sampingan sintesis DNA dan protein, serta dapat ditemukan dalam darah manusia dengan jumlah 10 kali lebih banyak dari yang terkandung dalam botol
vaksin.
Mitors: Setelah vaksin justru bikin sakit
Fakta: Sakit yang dimaksud biasanya bukan diakibatkan oleh vaksin, melainkan pasien sedang mengalami fase inkubasi dari penyakit yang sedang diderita. Misalnya demam berhari-hari setelah vaksin, ternyata terbukti bahwa pasien sedang mengalami demam berdarah. Perlu diketahui bahwa saat ini belum ada kasus laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang diakibatkan oleh kualitas vaksin yang buruk.
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian