Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Jangan Tertawakan Anak Kecil yang Berkata Kotor

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 3 Juli 2017 12:05
Jangan Tertawakan Anak Kecil yang Berkata Kotor
Anak kecil tidak boleh dibiarkan melakukan hal buruk, Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita untuk menolak setiap kemungkaran.

Dream - Kepolosan anak-anak membuat mereka seringkali mengikuti perkataan dan perbuatan orang-orang di sekitarnya. Mereka juga seringkali tak mengerti makna dari kalimat yang dilontarkannya. Kadang kala tanpa disadari anak-anak mengucapkan kalimat tidak sopan atau kata-kata kotor.

Dengan wajah polosnya anak bahkan mengucapkannya sambil tertawa. Hal ini tentunya tak boleh dibiarkan apalagi ditertawakan. Anak-anak yang belum baligh memang belum memiliki
dosa. Baik kesalahan karena perbuatan, maupun kesalahan karena ucapan lisan.

Namun, ada hal yang harus dilakukan jika anak melakukan kesalahan seperti berbuat kasar atau melontarkan kata-kata kotor.

Anak kecil tidak boleh dibiarkan melakukan hal buruk, Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita untuk menolak setiap kemungkaran. Beliau bersabda:

HR Muslim 49

 

" Siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka dia harus mengingkarinya dengan tangannya, jika tidak mampu dia harus mengingkarinya dengan lisannya, dan jika tidak mampu dia harus mengingkari dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah (dalam ibadah nahi munkar).” (HR. Muslim 49).

Dan kemungkaran, mencakup semua bentuk pelanggaran syariat, meskipun pelakunya tidak berdosa. Seperti yang dilakukan anak kecil, atau orang gila, atau binatang. Al-Marudzi menceritakan,

 

Al Murudzi

Aku pernah melihat Imam Ahmad melewati beberapa anak TPA yang bertengkar. Kemudian beliau memisahkan mereka semua. (al-Adab as-Syar’iyah, Ibnu Muflih, 1/162).

Mereka dipisah oleh Imam Ahmad, karena bertengkar adalah kemungkaran. Meskipun anak-anak tidak berdosa dalam melakukannya. Karena itu, ketika keluar ucapan kotor atau kasar dari anak, dia harus diperingatkan agar tidak mengulangi, dilarang keras untuk mengucapkan kalimat itu.

Bukan malah ditertawakan, karena bisa membuat dia semakin mencari perhatian dengan mengulang kembali kalimat itu. atau bisa juga dia mengira dengan ditertawakan berarti disetujui dan itu lebih berbahaya. Selengkapnya baca penjelasan Ustadz Ammi Nur Baits di sini

 

Sumber: Konsultasi Syariah

 

 

 

Beri Komentar