Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anak Remaja (Foto: Shutterstock)
Dream - Pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi bagi remaja di Indonesia, masih sangat kurang. Hal ini terungkap dalam data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan, yaitu hanya ada 25,1 persen remaja yang pernah mendapat penyuluhan kesehatan reproduksi di Indonesia dan 60,6 persen berada di lingkup Jakarta.
Laporan Kementerian Kesehatan RI tahun 2017 juga mengungkap hanya 20 persen remaja berusia 15-24 tahun yang mengetahui informasi tentang HIV. Hal ini menunjukkan bahwa remaja Indonesia belum cukup mengetahui perihal kesehatan reproduksi.
Padahal, 28 persen total populasi Indonesia adalah remaja masa subur dan risiko kehamilan.
Berdasarkan data tersebut Sensitif Vivo bersama dengan 20 komunitas sosial membuat kampanye mengenai kesehatan reproduksi remaja bertajuk #AkuDewasa. Hal ini juga memperingati Hari Kesehatan Seksual Sedunia yang jatuh pada 4 September.
"Makin terbukanya jaringan informasi digital, kalau dibiarkan, besar kemungkinan mereka akan mendapatkan informasi yang salah. Akibatnya, persepsi mereka terhadap kesehatan seksual dan reproduksi bisa mengarah kepada perilaku seks berisiko," ujar CEO Sensitif VIVO, Yoevan Wiraatmaja di kawasan Thamrin,Jakarta Pusat pada Selasa 04 September 2018.
Kampanye #AkuDewasa akan menjadi wadah dan sarana edukasi kesehatan reproduksi untuk remaja di Indonesia. Konsepnya pun dibuat dengan mengajak remaja berpikir kritis dan tidak menggurui.
"Yang saya lihat kebanyakan dari program pendidikan yang ada, sifatnya menumbuhkan ketakutan maja terhadap seksualitas, bahwa itu adalah sesuatu yang berbahaya. Mereka tetap melakukan aktivitas seksual, namun dilakukan dengan cara yang tidak aman," ujar Inez Kristanti, psikolog dari klinik Angsamerah.
Kampanye ini akan dilakukan selama 6 bulan mendatang. Sejumlah kegiatan tersebut akan melibatkan remaja secara langsung, seperti roadshow ke sekolah dan universitas, pemilihan ambassador, dan peringatan Hari AIDS Sedunia. Aktivitas kampanye ini bisa dilihat di www.campaign.com/akudewasa.
Laporan Erisa Riyana
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari