Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ayah Dan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Pola asuh anak-anak saat ini sangat berbeda pada saat kita dibesarkan. Dulu, sebagian besar urusan anak ibu yang bertanggung jawab. Mulai dari memandikan, menggganti popok, membuat susu dan masih banyak lagi.
Rupanya, saat ini di kalangan generasi milenial yang sudah menjadi ayah, mereka ingin lebih terlibat aktif dalam mengurus buah hatinya. Mereka tak malu menggunakan gendongan, menenteng tas bayi atau memberinya susu.
Justru ada kebanggaan yang begitu besar bisa turun tangan langsung mengurus anaknya. Bahkan menurut penelitian tim dari Boston Colloge, Amerika Serikat, ayah juga memiliki konflik peran.
Di satu sisi, ayah milenial ingin meningkatkan kariernya dengan baik dengan bekerja keras, tapi di sisi lain mereka juga ingin menghabiskan waktu dengan anak-anaknya.
Ayah milenial menganggap serius pengasuhan anak. Mereka menghabiskan waktu tiga kali lebih banyak dengan anak-anak mereka daripada pria dua generasi yang sebelumnya.
Kembali pada survei yang dilakukan pada 1982, 43% ayah mengaku bahwa mereka tidak pernah mengganti popok.
Saat ini, angka itu turun menjadi sekitar 3%. Penelitian menunjukkan bahwa ketika ayah terlibat mengurus anak seperti mengganti pakaian, popok dan memandikan, hubungan ayah-anak tumbuh lebih kuat.
Penelitian tersebut juga mengungkap, ayah milenial memiliki keyakinan yang lebih egaliter tentang pengasuhan anak, dan berusaha untuk melihat tugas pengasuhan yang lebih lebih merata di rumah tangga mereka.
" Seperti ibu, ayah juga sebenarnya butuh dukungan di lingkungan sosial agar menjadi orangtua yang baik. Sayangnya, kebijakan publik dan institusi tidak mendukung. Misalnya, cuti khusus ayah yang anaknya baru lahir atau ketika mengantar anaknya hari pertama sekolah," kata Kevin Shafer, di Universitas Brigham Young.
Keterlibatan ayah pada pengasuhan anak efeknya memang begitu besar. Perkembangan psikologis anak menjadi baik, begitu pun bagi psikologis ayah yang merasa lebih tenang karena bisa dekat dengan anak dan keluarganya.
Sumber: Motherly
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya