Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 09.00 (Foto: Ilman/ Dream)
Dream - Sarapan merupakan modal penting bagi buah hati untuk untuk beraktivitas. Dalam kondisi lapar dan belum mendapat asupan nutrisi, pasti anak ke sekolah dalam kondisi lemas, sulit konsentrasi saat belajar dan ia pun jadi malas beraktivitas fisik.
Untuk itu, sarapan merupakan hal wajib bagi anak-anak sebelum memulai harinya yang penuh aktivitas. Menu sarapan pun harus yang bergizi tinggi dan mengenyangkan, seperti telur, susu, bubur kacang hijau dan roti. Serta berbagai macam menu lainnya yang berprotein tinggi.
Berdasarkan data sebanyak 44,6% anak usia sekolah dasar (SD) di Indonesia mengkonsumsi sarapan dengan asupan energi kurang dari 15% kebutuhan hariannya. Perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ulul Albab mengatakan sebagian besar anak usia sekolah di Indonesia memiliki kekurangan serat dan zat gizi mikro, seperti kalsium, besi dan vitamin A dalam menu hariannya termasuk saat sarapan.
Melihat kondisi tersebut PT Mayora Nutrition (Energen) bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencanangkan "Sarapan Sehat Sebelum Jam 09.00". Kampanye ini dilakukan untuk lebih mengedukasi masyarakat terkait pentingnya sarapan baik untuk anak-anak maupun dewasa sebelum beraktivitas.
"Mayora melalui merek Energen dan IDI memiliki kepedulian yang sama atas nutrisi yang diperlukan oleh tubuh manusia saat sarapan," ujar marketing manager PT Mayora Nutrition (Energen), Noegroho Moeshartanto di kawasan Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa, 23 Mei 2017.
Menurutnya, sarapan sehat sangat penting untuk mendukung prestasi anak di sekolah. Jangan sampai hanya karena belum sarapan, anak merasa lemas dan tak bisa menyerap pelajaran secara optimal.
"Terdapat hubungan nyata antara kebiasaan sarapan dengan kadar glukosa darah anak usia sekolah, glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak dan tubuh. Setiap anak perlu membiasakan diri sarapan yang sehat dan bergizi," kata Ulul dari IDI.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti