Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Pemeriksaan Ultrasonografi Oleh Dokter Kandungan (Foto: Shutterstock)
Dream - Teknologi ultrasonografi (USG) sangat membantu dokter kandungan untuk tahu kondisi janin dalam kandungan dan kesehatan reproduksi ibu secara detail. Dokter Irvan Adenin, seorang dokter obstetri dan ginekologi, mengungkap kalau kelainan-kelainan janin bisa diketahui lewat USG.
" USG merupakan temuan luar biasa dalam kedokteran. Terobosannya sama dengan temuan antibiotik. USG mengubah paradigma dalam praktik kedokteran sehari-hari. Kelainan bawaan
yang bisa dideteksi dengan USG adalah pertumbuhan janin terhambat (PJT) hingga prediksi preeklamsia," ujar dr. Irvan dalam acara Forum Ngobras, di Senayan, Jakarta Pusat.
Ia menjelaskan pemeriksaan USG sangat penting bagi ibu hamil, karena itu harus dilakukan minimal 3 kali selama kehamilan. USG bisa dilakukan segera setelah tes kehamilan dinyatakan positif atau pada trimester pertama kehamilan.
" Pertama pada trimester pertama (minggu 6-24 minggu) tujuan USG untuk mengetahui usia kehamilan secara akurat. Haid terakhir tidak dapat menjadi patokan yang akurat usia kehamilan," ungkap dr Irvan.
Pemeriksaan USG kedua bisa dilakukan pada usia kehamilan 18-24 minggu. Di masa kehamilan ini, USG dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kecacatan janin. Pada minggu ini juga dapat dilakukan measure blood flow to the uterus (tekanan aliran darah ke rahim) untuk melihat risiko gangguan tumbuh kembang janin dan risiko preeklamsia.
Lalu USG ketiga, di minggu ke 32-34 untuk memastikan manifestasi pertumbuhan janin. Dalam periode ini jika kondisi pembuluh darah ibu sudah menyempit sejak awal sebelum hamil, risiko munculnya gangguan sangat tinggi.
" Hal ini karena di usia kehamilan awal, belum ada kebutuhan besar-besaran dari janin sehingga kehamilan akan nampak baik-baik saja. Tetapi di minggu ke 33-34, pertumbuhan janin
tengah mencapai kecepatan maksimal dan janin membutuhkan nutrisi dalam jumlah banyak," kata dr. Irvan.
Jika pembuluh darah ke rahim menyempit, ibu hamil akan mulai mengalami keluhan, antara lain sesak napas, dan gangguan pertumbuhan janin dapat terdeteksi. Untuk itu penting melakukan pemeriksaan USG selama hamil. Idealnya pemeriksaan kehamilan dan USG dilakukan tiap bulan, lalu makin intensif jelang persalinan.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?