6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus kanker pada anak terus meningkat tiap tahunnya. Dari data Kementerian Kesahatan berupa Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (Riskesdas) menunjukkan jumlah kasus (prevelensi) kanker anak umur 0-14 tahun sebesar sekitar 16.291 kasus.
Sementara jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia yaitu Leukemia, seperti yang dialami Shakira Aurum, putri semata wayang Denada Tambunan dan Jerry Aurum.
Kanker pada anak memang cenderung sulit dideteksi. Anak maupun bayi belum bisa menceritakan gejala atau nyeri yang dialaminya.
Untuk itu peran orangtua sangat penting dalam mengenali tanda-tanda dan gejala kanker pada anak sehingga kemungkinan untuk penanganan segera dan tingkat kesembuhan menjadi jauh lebih besar.
Penyakit leukemia sendiri bisa terjadi karena multifaktor, yaitu, genetik, zat kimia, virus, radiasi. Dikutip dari depkes.go.id, kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun.
Ada gejala-gejala yang sangat khas pada anak yang menderita kanker darah. Beriku gejala yang harus diwaspadai, seperti dikutip dari Bidanku.
1. Demam malam hari
Anak sering mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat pada malam hari. Si kecil juga sering mengalami demam karena darah putih yang menurun sehingga penderita mudah infeksi.
2. Pucat
Wajah anak seringkali mengalami pucat dan kelelahan. Hal ini terjadi karena menurunnya sel darah merah.
3. Mudah sakit
Anak lebih mudah mengalami infeksi yang disebabkan sel darah putih yang menurun.
4. Nyeri
Anak lebih sering mengalami nyeri-nyeri pada bagian tulang yang disebabkan karena sel darah yang terkena leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot.
5 Berat badan turun drastis
Anak mengalami penurunan berat badan disertai dengann gangguan kesehatan yang lebih rentan terkena infeksi.
6. Pembengkakan
Anak mengalami pembengkakan pada bagian leher dan juga ketiak. Jika pada kelenjar getah bening terjadi pembengkakan harus segera diperiksakan ke dokter.
Anak mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami masalah.
Gejala yang khas pada anak yang mengalami leukemia adalah seringkali terjadi mimisan yang disertai dengan bintik-bintik merah yang terjadi pada bagian tubuh.
Hal ini dikarenakan terjadi pembengkakan limfa pada anak. Jangan tunda untuk memeriksakan anak ke dokter jika muncul gejala-gejala seperti di atas.
Sumber: Bidanku/ Depkes.go.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
