Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Rumah Berantakan
Dream - Baju-baju kotor berserakan, tumpukan kertas serta koran dibiarkan, cucian piring selalu menumpuk. Situasi tersebut sering terjadi di rumah Anda? Dengan kondisi rumah yang selalu berantakan, tentu tidak baik.
Bukan hanya membuat seluruh anggota keluarga tidak betah tapi juga bisa dengan mudah memicu penyakit. Rumah yang berantakan cenderung kotor, jamur dan bakteri pun lebih mudah berkembang biak.
Kerapian rumah sebenarnya tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Jika selama ini rumah selalu saja berantakan, berarti ada kebiasaan buruk penghuninya. Coba hilangkan atau
setidaknya kurangi kebiasaan buruk ini agar rumah lebih rapi.
Tumpukan kertas
Surat-surat, koran, kupon, majalah yang teronggok di sudut rumah, lemari atau penyimpanan lain selalu saja membuat rumah jadi berantakan. Jangan biarkan kertas tak terpakai
bertumpuk. Lakukan sortir satu kali seminggu. Segera buang yang sudah tak terpakai. Buat tempat khusus untuk menaruh dokumen surat menyurat agar lebih rapi dan mudah dicari saat
diperlukan.
Menaruh barang seenaknya
Mengambil saus lalu menaruhnya di samping televisi dan tutupnya hilang entah ke mana. Handuk basah setelah mandi diletakkan begitu saja di kasur. Menaruh barang seenaknya ini
pastinya langsung membuat rumah berbeda dalam sekejap. Jadi sangat berantakan, kotor bahkan pengap. Untuk itu buat peraturan di rumah, yaitu setiap menggunakan sesuatu harus dikembalikan ke tempat semestinya.
Tak melibatkan seluruh anggota keluarga
Untuk membersihkan rumah, jangan bekerja sendirian. Libatkan seluruh anggota keluarga, dengan begitu mereka tahu membersihkan rumah itu sangat melelahkan. Anak-anak terutama jadi ikut bertanggung jawab akan kebersihan serta kerapian rumah. Jangan segan untuk membuat jadwal khusus. Misalnya hari Sabtu saatnya jadwalnya kakak membersihkan kamar, lalu hari Minggu, adik harus bantu ayah membersihkan mobil dan garasi.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram