Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Ibu Dan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebagai orangtua, ayah dan bunda tentu memiliki tanggung jawab untuk mendorong anak Anda mengembangkan kecerdasannya. Ini berarti, bukan hanya kecerdasan akademis tapi juga kecerdasan emosi.
Kecerdasan emosional didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengekspresikan dan mengelola perasaan dengan tepat dan juga menghormati perasaan orang lain. Keterampilan dan kecerdasan tersebut merupakan hal yang wajib dipelajari anak-anak di usia berapapun.
" Sayangnya, banyak orangtua lebih cenderung menitikberatkan kecerdasan akademis saja pada anak-anaknya, padahal kecerdasan emosi sangat dibutuhkan anak kelak hingga mereka dewasa," ujar Amy Morin, seorang terapis anak seperti dikutip dari Verywell.
Selama beberapa dekade terakhir, menurut Morin, penelitian telah menemukan kecerdasan emosional berkaitan erat dengan kecerdasan intelektual. Salah satunya adalah, kecerdasan emosi (EQ/ emotional quotient) berkaitan erat dengan kecerdasan intelektual (IQ/ intelligence quotient).
" Sebuah penelitian menunjukan nak-anak dengan tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi, menunjukan hasil yang baik pada tes standar. Mereka juga cenderung memiliki nilai yang lebih tinggi," ungkap Morin.
Memiliki kecerdasan emosi juga membantu anak-anak mengelola konflik dan mengembangkan hubungan yang lebih dalam. Orang dewasa dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi juga dilaporkan memiliki hubungan yang lebih baik dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.
" Kecerdasan emosi saat kecil juga dikaitkan dengan kesuksesan yang lebih tinggi saat dewasa," ujar Morin.
Sebuah studi 19 tahun yang diterbitkan dalam American Journal of Public Health menemukan bahwa keterampilan sosial dan emosional anak di taman kanak-kanak dapat memprediksi kesuksesan seumur hidup. Anak-anak yang dapat berbagi, bekerja sama, dan mengikuti arahan pada usia 5 tahun lebih mungkin memperoleh gelar sarjana dan mulai bekerja penuh waktu pada usia 25 tahun.
" Kabar baiknya adalah, semua anak memiliki kemampuan untuk belajar keterampilan kecerdasan emosional. Mereka hanya butuh orang dewasa untuk mengajari mereka bagaimana caranya," ungkap Morin.
Bagaimana caranya?
© Dream
Langkah pertama adalah ajarkan anak mengenali emosinya, sebutkan saja perasaan yang sedang dialami. Misalnya, sedih, marah, kecewa, bahagia, malu, sakit.
Biarkan anak mengekspresikannya. Setelah itu ajarkan bagaimana cara mengekspresikan emosinya dengan baik.
Contohnya, ia boleh menangis karena kesal atau kecewa, tapi tidak melempari barang, berguling atau melukai orang di sekitarnya.
Kondisi tersebut akan dimengerti anak jika dicontohkan orangtuanya. Jadi jangan lupa untuk menunjukkan emosi dengan cara yang positif di depan anak.
" Hal yang tak kalah penting adalah mengajarkannya empati, lagi-lagi harus dicontohkan. Melihat ada orang yang membawa banyak barang, berikan bantuan. Saat anak sedih dan butuh ditenangkan, berikan pelukan. Mencontohkan adalah cara paling efektif untuk mengajarkan empati," jelas Morin.
Jangan lupa untuk selalu mencontohkan pada si kecil, Sahabat Dream!
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?