Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Media sosial, terutama Instagram sedang sangat populer. Kita bisa dengan mudah menemukan foto-foto apik dan video menarik. Salah satunya adalah foto dan video aktivitas balita-balita menggemaskan.
Mungkin Sahabat Dream sudah sangat akrab dengan Tatan, Kirana atau para anak-anak seleb, seperti Gempita, Rafathar atau Raphael Moeis. Kelucuan bocah-bocah tersebut tentu jadi
hiburan tersendiri bagi para follower-nya.
Boleh dibilang kini sedang jadi tren, orangtua mengunggah aktivitas harian buah hatinya di Instagram. Sebenarnya hal tersebut tidak dilarang. Bahkan bisa mendatangkan keuntungan dalam hal materi, seperti tawaran iklan atau endorse.
Namun, hal yang harus diperhatikan dan selalu jadi pertimbangan utama adalah privasi dan keamanan anak. Kejahatan di dunia maya banyak sekali macamnya. Pencurian identitas,
penggunaan foto untuk informasi yang salah, bahkan penculikan bisa terjadi karena informasi seputar anak yang berlebihan di media sosial.
" Keamanan anak jadi isu yang harus sangat dijaga oleh orangtua, ini terkait privasi si anak. Predator online berkeliaran kapan pun dan di mana pun, bisa melakukan hal-hal buruk yang mungkin tak kita sadari," ujar Alex Kidman, seorang pakar media sosial, seperti dikutip dari Kidspot.
Kidman memperingatkan para orangtua agar jangan membuat akun khusus untuk anak-anaknya. Akan jauh lebih terkontrol jika orangtua yang mengontrolnya, terutama pada anak-anak berusia di bawah 14 tahun. Pastikan juga lingkar pertemanan di media sosial, disaring dengan baik.
" Setting private, hanya membagi postingan dengan close friend, untuk bisa mengakses harus melewati approval, buat media sosial seaman mungkin, terutama bagi anak-anak, jika orangtua memang memposting foto atau aktivitas buah hatinya," ungkap Kidman.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram