Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Keluarga
Dream - Menciptakan momen keluarga yang berkualitas memberikan banyak manfaat terhadap orangtua maupun anak. Bagi orangtua, dekat dengan anak menciptakan ketenangan dan bisa mengurangi level stres. Apalagi jika sering-sering memeluk anak.
Sementara bagi anak, dekat dengan orangtuanya berdampak jangka panjang. Anak jadi mendapat perhatian yang cukup, memiliki psikologis yang lebih stabil serta membuatnya lebih percaya diri. Untuk membuat kehangatan dalam keluarga, sedikit apapun waktu yang ada harus dimanfaatkan untuk membangun ikatan keluarga.
Buatlah momen keluarga yang berkualitas. Kita bisa memulainya dengan hal-hal yang simpel, misalnya sarapan bersama, berpelukan setiap pagi atau membuat aktivitas memasak bersama.
" Kita juga bisa menceritakan anak hal-hal yang menyenangkan sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas tidur. Kalau sedang berada di rumah, usahakan jauhi handphone agar perhatian sepenuhnya fokus pada anak dan tidak terikat dengan handphone," ujar Anna Surti Ariani, seorang psikolog, saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selain itu, efek jangka panjang dari menciptakan momen kebersamaan keluarga ini sangat penting untuk membangun dasar psikologis yang baik bagi anak. Seperti, mereka jadi lebih percaya diri, berjiwa penolong, lebih sensitif, dan empati pada orang lain karena belajar dari kedekatannya dengan orangtua.
" Kita juga bisa memberikan rewarding ketika anak berhasil melakukan sesuatu dengan baik. Dengan memberikan reward, anak jadi belajar akan mendapatkan sesuatu yang positif jika melakukan hal yang baik, dan segala sesuatunya harus memiliki usaha," ujar Anna.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari