BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Anak-anak Main Bersama (Foto: Shutterstock)
Dream - Usia 4 tahun adalah masa di mana anak mengalami banyak transisi. Kemampuan fisik dan motoriknya berkembang dengan sangat pesat. Hal yang tak kalah penting adalah perkembangan sosial dan psikologisnya.
Orangtua perlu memberikan stimulasi untuk membantu anak mengembangkan kemampuan sosial dan psikologis. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan, berikut beberapa caranya.
- Sosialisasi
Jika Anda belum ingin menyekolahkan anak, tak ada salahnya untuk sesekali mengikutinya kelas bermain. Kelas ini biasanya hanya dilakukan di akhir pekan bersama orangtua atau gym class. Dengan begitu anak akan banyak bertemu dengan teman sebayanya dan belajar untuk berbagi mainan, mengantre dan memperkenalkan diri. Anak juga akan tahu kalau ada guru/ kakak baik hati yang bisa menemaninya bermain.
Jika tak mau ikut kelas, sering-seringlah mengajak anak bermain dengan sepupu atau anak sebayanya. Sediakan buku-buku anak dengan gambar menarik dan mainan. Dengan begitu anak akan belajar saling bercerita satu sama lain. Meningkatkan kemampuan sosialisasinya dan perbendaharaan katanya.
- Belajar mandiri
Anak-anak harus belajar tentang bagaimana caranya mengurus diri mereka sendiri, seperti bagaimana cara memakai garpu dan sendok, serta menuang air ke dalam gelas. Kemampuan lain yang tak kalah penting adalah kebersihan diri. Anak perempuan harus diajarkan untuk membasuh kemaluan dari bagian depan ke belakang, sedangkan anak laki-
laki harus belajar untuk mencuci tangan setelah buang air kecil.
- Data diri
Dari segi pengetahuan diri, anak usia empat tahun seharusnya sudah mampu mempelajari perbandingan, seperti besar dan kecil serta panjang dan pendek. Mereka juga sudah tahu nama lengkap mereka, umur, jenis kelamin, alamat, serta nomor telepon sehingga dapat membantu apabila mereka terpisah dari orang tua.
Saat anak sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan di luar keluarga, Anda juga harus terus memberi contoh perilaku yang baik. Misalnya mengucapkan 'permisi', 'maaf', 'tolong', 'terima kasih'. Perbanyaklah melakukan aktivitas yang membuat anak bertemu banyak orang.
Jika anak tak mau, tunggu dan rayulah sampai ia mau berbaur dengan lingkungan dan jangan memaksanya. Balita biasanya membutuhkan waktu lama untuk bisa beradaptasi. Hal terpenting adalah orangtua selalu mendampinginya.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Parents
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan