Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kurang konsentrasi jadi masalah yang sering dialami anak-anak. Rentang fokusnya sangat pendek. Bahkan, mainan yang baru dibeli atau didapatkannya, hanya menarik perhatian mereka dalam hitungan menit.
Hal ini akan berdampak buruk saat anak berhadapan dengan tugas-tugas di sekolah. Terutama saat berada di kelas, ketika guru menjelaskan soal materi pelajaran. Dikutip dari Momjunction, kenali tanda-tanda anak saat sulit berkonsentrasi.
Antara lain sulit untuk duduk di satu tempat dan selalu ingin melakukan aktivitas lain. Kerap menghilangkan barang-barang miliknya dan sulit untuk teratur. Sangat sulit untuk mengingat sesuatu terutama pelajaran di sekolah.
Tampak banyak melamun, bisa juga sebaliknya bersikap agresif atau murung. Level konsentrasi ini sangat dipengaruhi usia. Untuk anak-anak yang sudah bersekolah di tingkat sekolah dasar (SD) masalah konsentrasi ini harus segera diatasi.
Jika tidak akan berdampak pada prestasinya di sekolah. Lalu apa penyebab anak-anak sulit berkonsentrasi?
Kurang tidur
Anak-anak perlu tidur delapan hingga sepuluh jam setiap hari tergantung pada usia mereka. Jika mereka memiliki kebiasaan tidur terlambat, ubah siklusnya, dan buatlah jadwal tidur yang rutin. Bantu mereka tidur lebih awal sehingga mereka bisa tidur lebih lama.
Pastikan juga tidurnya tak terganggu saat malam hari. Tidak mendengkur dan tidak bangun berkali-kali karena akan membuat kualitas tidurnya menurun. Ia pun akan mengantuk dan sulit konsentrasi keesokan harinya.
Stres
Stres apa yang bisa dialami anak? Bisa karena kondisi keluarga di rumah, pertemenan atau mungkin hubungannya dengan guru serta masalah pelajaran yang tak disukai di sekolah.
Pola makan yang salah
Nutrisi yang buruk juga jadi pemicu utama masalah konsentrasi. Untuk itu hindari memberikan anak makanan kaya gula dan garam dan jenis junk food. Perbanyak makanan kaya protein, lemak sehat dan serat, seperti telur, ikan, susu, kacang-kacangan serta buah dan sayur.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol