Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Flu pada bayi di bawah usia satu tahun seringkali membuat orangtua panik. Mata merah, hidung berakhir, napas berbunyi serta sulit tidur. Flu pada bayi juga membuat berat badannya bisa turun drastis karena kehilangan nafsu untuk menyusu.
Belum lagi kadang disertai naiknya suhu tubuh atau demam. Virus flu boleh dibilang virus yang paling sering menyerang bayi dan memicu infeksi pada saluran pernapasan atas. Sebuah
penelitian mengungkap, seorang bayi yang sehat, bahkan bisa 6 hingga 7 kali terkena flu dalam setahun.
Mary Ann LoFrumento, seorang dokter anak mengungkap 'tiga hari' siklus flu yang dialami bayi. Orangtua sebaiknya tahu siklus ini, agar tak panik saat bayi mengalami gejala-gejala flu menyiksa.
- Tiga hari pertama
Biasanya si kecil mengalami penurunan nafsu makan, rewel bahkan mengalami demam. Selain itu hidungnya akan berair pertanda sistem kekebalan anak sedang melawan.
" Selama tahap ini, lendir akan terlihat dan terus keluar. Sediakan sapu tangan lembut untuk membersihkan dan cuci tangan sesering mungkin dengan sabun, menggunakan maskara juga merupakan pencegahan efektif agar tak tertular," ujar dr. LoFrumento.
- Tiga hari selanjutnya
Dalam fase ini bisa jadi suhu badan si kecil kembali normal, atau tak sepanas sebelumnya. Bisa dibilang jika sudah dalam fase ini daya tahan tubuh bayi bekerja dengan sangat baik. Ia mulai mau menyusu dan tak terlalu rewel. Lendir di hidungnya akan mengental dan berubah warna menjadi kekuningan muda.
" Dalam kondisi ini batuk akan muncul karena lendiri mengalir belakang hidung ke belakang tenggorokan. Otomatis bayi akan sulit tidur," ungkap LoFrumento.
Memberikan pijatan lembut dengan krim hangat bisa diberikan di bagian punggung dan dadanya. Berikan banyak cairan untuknya untuk membantu mengencerkan lendir.
- Tiga hari terakhir
Lendir akan mengental dan keluar melalui hidung. Tapi mungkin memakan waktu yang lama untuk bayi kembali fit. Pertanda baik jika nafsu si kecil untuk menyusu kembali normal, dan tetap aktif.
Laporan Ferra Ferdiana
Sumber: Parents
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi