Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ilustrasi
Dream - Kurang tidur bagi orang dewasa efeknya bisa sangat mengganggu. Sakit kepala, tubuh kelelahan, mata sembab hingga kehilangan konsentrasi. Jika bagi orang dewasa saja sangat negatif, untuk anak-anak pastinya juga berdampak tak jauh berbeda.
Beberapa anak memiliki masalah saat tidur. Ketika waktu tidurnya sangat singkat atau sering terbangun dan tidurnya tak berkualitas, maka kondisi psikologis dan fisik juga akan mengalami
masalah.
" Balita yang kurang tidur biasanya akan mengalami perubahan mood, sifat dan perilaku antara pukul 16.00 hingga 18.00. Mereka juga jadi sangat rewel dan manja," ujar dr. Marc
Weissbluth, seorang dokter anak yang juga penulis buku Healthy Sleep Habits, Happy Child.
Anak juga tak bisa diam, mudah mengamuk dan sulit dibujuk. Hal ini, menurut Weissbluth, karena anak sebenanrnya mengantuk tapi ia sulit tidur. Kondisi psikologisnya juga tak stabil dan
mudah marah serta menangis.
Lalu pada anak sekolah, tanda kurang kurang tidur biasanya mereka sulit sekali dibangunkan. Saat di sekolah, anak juga sering tertidur dan mengantuk. Jika Anda sering mendapat laporan
anak tertidur di kelas dari pihak sekolah segera cari penyebab dan solusinya.
" Anak-anak yang mengalami sulit tidur di malam hari atau sering terbangun, harus dicari tahu pemicunya. Bisa jadi ia mengalami masalah pribadi atau sakit sehingga membuatnya tak bisa tidur. Kondisi kamar dan kebiasaannya sehari-hari juga sangat berpengaruh pada kebiasaan tidur anak," ujar Weissbluth.
Tidur lebih awal, menurut Weissbluth, bisa membuat anak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Bantu anak untuk belajar menenangkan diri sebelum tidur. Singkirkan juga distraksi di kamarnya, baik itu ponsel, televisi atau alat elektronik lain yang membuatnya terjaga. Coba perbanyak aktivitas fisik saat sore hari, agar anak lebih cepat lelah dan mudah tertidur.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Today
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?