Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Bayi Belajar Makan (Foto: Shutterstock)
Dream - Membuat makanan pendamping ASI (MPASI) jadi suatu tantangan tersendiri bagi para ibu. Mengandung nutrisi yang optimal, disukai anak, serta mampu merangsang kemampuan oralmotoriknya, yaitu mengunyah dan menggigit.
Untuk itu penting mengenalkan tekstur makanan secara bertahap pada bayi di atas 6 bulan. Jangan langsung memberi makanan keras, namun juga jangan terus memberi bubur saring. Si
kecil juga perlu 'naik kelas' agar belajar mengunyah.
Panduan tahapan porsi, frekuensi dan tekstur MPASI berikut bisa jadi contoh untuk membuat menu makanan bagi si kecil.
Porsi
6 bulan : 2-3 sdm
6 bulan 2 minggu : 3-4 sdm
(Keterangan : satuan sdm adalah sendok makan dewasa standar setara 15 ml atau agar lebih pasti dapat menggunakan sendok takar).
Porsi di atas ditambah secara bertahap mengikut kemampuan bayi dengan harapan di usia 9 bulan sudah mencapai 125 ml dan 1 tahun sudah mencapai 250 ml. Porsi yang dimaksud adalah porsi makan anak siap makan dengan komposisi 50% karbohidrat.
Sumber karbohidrat tidak hanya nasi tapi bisa dari kentang, ubi dan lain-lain. Lalu 30% protein hewani dan lemak. Uuntuk lemak bisa didapatkan dari lemak tambahan yang diberikan
dengan sengaja seperti santan, extra virgin olive oil, minyak kelapa, minyak jagung, margarin, mentega atau butter. Sementara 10% protein nabati (kacang-kacangan/jamur) dan 10%
vitamin dan mineral (sayur mayur).
Frekuensi
6-7 bulan : 2x sehari
8-9 bulan : 2x sehari dengan makanan selingan 1x (buah)
9-10 bulan : 3x sehari dengan makanan selingan 1x (buah)
11-12 bulan : 3x sehari dengan 2x makan selingan (1x buah, 1x makanan selingan sehat)
Untuk teksturnya, pada pemberian awal bisa dibuat bubur saring. Menggunakan saringan yang rapat, kemudian bertahap menggunakan saringan dengan jarak yang semakin longgar.
Selengkapnya baca di sini.
Sumber: Indonesia Menyusui
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari