Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Keunikan Kelas 'Raksasa' yang Satu Kelas Berisi 112 Murid

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 22 Mei 2017 10:07
Keunikan Kelas 'Raksasa' yang Satu Kelas Berisi 112 Murid
Guru dan siswa dikelompokkan untuk belajar dengan cara yang lebih cair dan fleksibel

Dream - Sekolah-sekolah umum yang biasanya berisi 48 murid dalam satu kelas komposisinya dianggap sudah sangat banyak. Anda mungkin akan lebih kaget kalau ada sekolah yang memang sengaja membuat kelas 'raksasa' yang berisi 112 murid di dalamnya.

Kelas ini diterapkan di Inaburra School, Sydney, Australia. Kelas tersebut memang sengaja dikonsepkan seperti itu bukan tanpa alasan. Penerapannya adalah menyatukan kelas 5 dan 6 dalam sebuah ruangan besar yang didampingi 5 guru.

" Guru dan siswa dikelompokkan untuk belajar dengan cara yang lebih cair dan fleksibel daripada di kelas tradisional," kata kepala sekolah Inaburra School, Tim Bowden, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald.

Dalam ruangan yang luas terdapat ratusan siswa, yang membentuk kelompok tak dibatasi oleh tingkatakan kelas. Mereka belajar secara berkelompok, ada yang mengerjakan soal matematika dengan iPad lalu ada juga sekelompok anak yang belajar bahasa Inggris.

Sekolah di Inaburra

Sejak awal tahun, sekolah ini memang telah mengubah konsep tradisional kelas dengan menempatkan semua siswa kelas 5 dan 6 dalam sebuah ruang terbuka dengan lima guru. Sepanjang hari, siswa menjalani tiga sesi pelajaran dengan guru tetap. Materi yang diberika antara lain bahasa, matematika, sejarah, geografi dan sains. Ada juga guru khusus untuk pelajaran musik dan robotika.

Tapi bukannya memasangkan 20 siswa dengan satu guru, kelompok dikonfigurasi sesuai kebutuhan. Misalnya ada anak yang belum mengerti secara lebih dalam soal matematika, maka mereka akan dikelompokkan. Jadi benar-benar melihat kebutuhan tiap anak, dan guru akan melakukan pendekatan sesuai kebutuhan.

Sekolah di Inaburra

" Anak usia 10 dan 11 tahun belajar bersama dalam satu kelas. Dengan model kelas campuran seperti ini, ada pengakuan yang jauh lebih terbuka terhadap kebutuhan belajar yang berbeda," ujar Professor Cornish, peneliti pendidikan dari University of New England.

Menurut Bowden, konsep kelas seperti ini disambut positif oleh guru dan murid-murid. Para guru reguler jadi berkolaborasi dengan baik untuk membentuk suasana belajar mengajar yang kompak.

Begitu juga anak-anak, mereka ada yang bisa membagi ilmunya dengan murid lain yang belum mengerti atau langsung bertanya pada yang sudah mengerti lebih dulu.

 

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More